28.😊

4.3K 192 12
                                        

Kepala Mia masih pening, sudah tiga hari ia terbaring lemah dikasur, sekarang Devin sudah bekerja kembali, Mia yang menyuruh nya, lagipula ia tak butuh belas kasihan. Mia sangat merindukan Bian, Mama nya melarang Mia untuk bertemu dengan anak nya untuk sementara, karena takut Bian tertular panas dari Mia.

"Ini menyebalkan, si brengsek Devin pasti sedang menikmati kebersamaan nya dengan Difa." gerutu Mia, sesekali ia memijat pelipis nya yang terasa sangat pening.

Mia membuka ponsel nya, ia sudah lama tak melihat grup chatt nya.

Camling tokek betina

Anda

Tes...tes

Sibni.

Muncul juga lo

Nazla.

Ada apa ini gyuss?

Sofi

Ada pembagian bansos

Anda

Kapan bisa ngumpul

Ocha

Sekarang pun bisa.

Sofi

Aku merindukan mu
My baby

Anda

Oke besok malam.

Nazla

Gasskeun...

Anda

Ditempat biasa,
Si Iren yang bayar.

Iren

Boleh.

Ocha

Gue pasti dateng

Nazla

@Ocha giliran traktiran
Aja lu ngikut, kampret.

"Mi, kamu udah minum obat?" Mia langsung terlonjak kaget, untung saja ia tak melempar ponsel nya, saat Mama nya duduk disamping nya.

"Mama ngagetin tahu gak." ketus Mia. "Lagipula aku udah minum obat kok." ucap Mia kesal.

"Ah maaf, lagian kamu fokus banget si, sama handphone kamu." ucap Mama. Mia hanya mendengkus kesal.
"Yasudah Mama mau balik nemenin Bian. Cepet sembuh." ucap Mama, Mia hanya mengangguk.

_________

Devin menunduk ia meremas jas kebanggaan nya. Saat ini entah kenapa Mama nya datang kesini, apalagi bersama Cici.

"Lepaskan salah-satu nya." ucap Mama datar, Devin mendongakkan kepala nya.

"Bener kata Mama, lo harus milih Mia atau Difa." timpal Cici. Devin masih diam. "Lo gak usah ngedrama, malu sama yang udah tobat Vin." lanjutnya.

Married By Accident [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang