Mia yang sudah lelah berjalan-jalan keliling kompleks, ia menyerah dan duduk menelonjorkan kaki nya. Pipi nya merah, ia sudah kehabisan mineral dalam tubuh nya, dan yang lebih sial nya, Devin entah kemana pergi nya, membuat cewek itu harus kepanasan.
"Anjing emang!" umpat Mia, sambil mengibas-ngibas kan tangan nya.
"Jaga mulut nya." ucap seseorang, Mia suda hapal dengan suara itu, siapa lagi kalau bukan Devin. Devin tersenyum tanpa dosa, ia memberikan satu botol minum kepada Mia. Mia baru pertama kali lihat senyum Devin, yah yang lumayan bikin meleleh si.
"Lama banget si." ketus Mia langsung nyosor tuh air. "Gue kira lo cabut duluan." lanjutnya.
"Takut banget lo, gue tinggalin." ucap Devin kepedean.
"Gak usah pede lo, jauh banget lo dari tipe gue." ucap Mia memutar bola matanya malas.
"Terus, tipe lo kaya bocah itu." ucap Devin ia mulai meneguk air nya sampai tandus.
"Maksud lo?" tanya Mia tak paham.
"Aldo, tipe lo kaya bocah itu kan." ucap Devin. Mia diam, mood nya mulai tak baik saat mendengar siluman itu.
"Gue mau pulang!" ucap Mia setengah berteriak.
"Bentar lagi Mi, gue masih capek." ucap Devin. Mia malah menekuk wajah nya, matanya mulai berkaca-kaca membuat Devin tak tega.
"Yaudah ayo!" ucap Devin sambil berdiri.
"Gendong." rengek Mia, ia melentangkan tangan nya. Benar-benar manja, Devin kesal sendiri dengan kelakuan Mia, yang tak kalah jauh dengan anak balita. Tak mau membuat Mia semakin merengek dan merusak gendang telinga, Devin langsung menggendong bumil manja itu.
________
Cowok itu tengah melihat langit biru di atas sana, ia memikirkan mantan kekasih nya, yang ia tinggalkan. Dan kini ia dengar mantan kekasih nya itu sudah menikah, ada rasa tak terima dalam hati nya.
"Al, ke mall yu!" ajak Difa yang langsung duduk di samping Aldo.
"Aku lagi males yang." tolak Aldo, sama sekali tak melirik Difa.
"Kok kamu gitu si? Lagian kamu ngapain tiduran disini, panas tahu?" ucap Difa mengibas-ngibaskan tangan nya.
"Kalau kamu gak suka, tinggal masuk rumah kan bisa Dif." ucap Aldo jauh dari jawaban yang Difa harapkan.
"Al, kamu tuh gak ada lembut-lembut nya, kamu tuh gak kaya mantan aku tahu gak?!" ucap Difa dengan seenak jidat membandingkan Aldo dengan mantan nya. "Dia tuh baik, lembut, gak kaya kamu cuek terus." ketus Difa menyilangkan tangan nya di dada.
"Terus kenapa, gak balikan aja sama dia?" ucap Aldo kesal, ia pergi meninggalkan pacar nya itu.
Aldo mengambil ponsel nya diatas nakas. Ia membuka kontak Mia, sudah dua minggu ia tak pernah mengirim atau bahkan membalas pesan dari cewek itu.
Anda
Mi, apa kabar?
Aldo mengirim pesan itu pada Mia, ia berharap cewek itu membalas pesan nya.
Mia yang masih asik nonton kartun tom and jerry, perhatian nya teralihkam saat mendengar notif dari ponsel nya.
"Aldo." gumam Mia saat melihat siapa yang mengirim pesan pada nya. Jari nya ingin membalas namun hati nya berkata lain. Namun Devin yang merasa jengkel dengan cepat merebut ponsel Mia. "Punya hak apa lo nyentuh HP gue?!" ucap Mia setengah kaget dengan tindakan Devin.
"Diem." ucap Devin, wajah nya seperti elang ingin memangsa saat melihat nama Aldo tertera diponsel istri nya itu. Tanpa basa basi Devin langsung menghubungi Aldo, entah apa yang cowok itu pikirkan.
Tutt...tutt...tutt
Mia melotot saat sadar bahwa Devin memanggil Aldo, cowok itu, dengan santai nya menempelkan benda pipih hitam itu, di daun telinga nya.
"Hallo?" ucap Devin saat Aldo sudah menganggkat sambungan telepon nya.
"...."
"Dengar ya, maaf anda sudah mengganggu kenyamanan istri saya." ucap Devin penuh penekanan. Mia tak percaya Devin dengan mudah mengatakan itu.
"...."
"Baik, jangan pernah hubungi dia lagi." ketus Devin. Mia cekikikan saat melihat eskpresi Devin yang seperti bocah lima tahun di rebut mainan nya. Devin langsung memutuskan sambungan nya secara sepihak.
"Kenapa ketawa?" tanya Devin ngegas saat melihat Mia tertawa.
"Prrrff...lo lucu, muka lo kaya bocah yang di rebut mainan nya tahu gak?" ucap Mia pipi nya mengembung menahan tawa.
"Tapi lo bukan mainan." ucap Devin dingin. Kata-kata nya sukses menghentikan tawa Mia, mendengar itu pipi Mia semakin memanas. Baper goblok! batin Mia berontak.
"Kenapa lo?" tanya Devin masih dengan nada sinis nya.
"Baper goblok!" ketus Mia ia langsung berlari ke kamar. Devin mengedip-ngedipkan matanya tak percaya, tadi bahkan ia tak berniat untuk membuat cewek itu baper.
"Woy! Mia!" teriak Devin. Namun nihil Mia sudah masuk ke kamar, nafas nya sudah tak teratur, Mia mengibas-ngibas kan tangan nya, AC dikamar nya sama sekali tidak berguna saat ini.
Sedangkan Devin tersenyum senang, saat ia tahu kalau ia mulai dekat dengan Mia, entahlah semenjak ia melihat postingan cewek itu di instagram Devin sudah tertarik pada Mia, padahal waktu itu Devin belum pernah bertemu dengan Mia.
Tiba-tiba saja di tengah baper nya Mia, lampu padam, membuat gadir itu berteriak. "Devin! Gue takut!" teriak Mia, membuat Devin dengan sscepat kilat menghampiri nya dikamar.
"Buka dong Mi kamar nya." ucap Devin yang sudah ada di balik pintu.
"Ahh..gak bisa Vin, gue lagi ganti baju." ucap Mia, ada nada takut di suara nya, Devin semakin khawatir dengan Mia, gadis itu malah berteriak-teriak memanggil nama Devin, namun enggan membuka pintu.
"Buka aja Mi, lagian gue gak bisa lihat, ini gelap." ucap Devin.
"Justru itu, ini gelap gimana kalau lo apa-apain gue?" ucap Mia
"Gak usah geer, buruan buka sebelum ada setan di samping lo." celetuk Devin. Namun lama tak ada sahutan dari Mia, takut gadis itu teriak-teriak lagi, Devin pun duduk dan menyenderkan punggung nya pada pintu. Namun siapa yang bakal mengira kalau saat itu pula Mia membuka pintu.
Brughhh...
Devin terdorong ke belakang, membiat cowok itu meringis. "Lo kalau mau buka pintu bilang dong!" ucap Devin sambil berdiri, namun bukan nya menjawab ia malah memeluk Devin erat.
"Gue takut Vin." ucap Mia di sela pelukan nya. "Gue takut." adu nya lagi, Devin merasa bersalah karena sudah menakuti Mia, karena gadis itu memang takut gelap, Devin mengelus lembut punggung Mia.
"Ada gue." ucap Devin singkat namun berhasil menenangkan Mia.
Devin membawa Mia agar gadis itu duduk di sofa. Devin sedikit ragu takut Mia belum memakai baju, namun setelah ia rasa-rasa Mia memakai baju nya. Brengsek memang, namun bagaimana lagi emang kerasa, dan itu karena Mia memeluk nya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Married By Accident [END]
Romantizm"Ngandung anak hasil kondom bocor aja bangga." lontar Difa ia memalingkan wajah nya, seakan jijik melihat Mia. Mia berusaha tenang, ia mengepalkan tangan nya. wajah nya merah padam. plakkk... dan ya, kini tangan Mia sudah mendarat tepat di pipi mul...
![Married By Accident [END]](https://img.wattpad.com/cover/272653532-64-k255945.jpg)