Ijinkan aku, memiliki mu untuk
Beberapa jam saja, atau mungkin
Beberapa menit.
_Mia_
_________
Pagi-pagi sekali Cici pulang, karena urusan pekerjaan. Mia sudah tak heran karena Cici sibuk.
Mia mengelap tubuh Bian dengan hati-hati.
"Anak Mama ganteng banget si, gede nya mau jadi fuckboy?" Mia mengajak Bian berinteraksi. "Jangan, nanti Mama pusing pilih mantu nya." ucap Mia, diakhiri dengan kekehan nya.
Setelah selesai memandikan dan juga memakaikan baju, untuk Bian. Ia menghubungi Aldo, karena ia ingin Aldo melihat anak nya juga, bagaimana pun Aldo berhak atas itu, Bian darah daging nya juga.
Mia membawa Bian kebawah, ia menunggu kedatangan Aldo.
"Bi, tuan belum pulang?" tanya Mia.
"Belum Neng, kayak nya agak siangan deh." ucap Bi Titin. "Oh ya, pas kemarin malam, tuan nanyain, katanya Neng kemana." ucap Bi Titin.
"Terus bilang apa?" tanya Mia.
"Bibi bilang aja, kalau Neng pergi sama temen nya." ucap Bi Titin.
"Bagus Bi." ucap Mia, mengacungkan jempul tangan nya.
Tak lama setelah itu, suara bel rumah membuat obrolan mereka berhenti, Bi Titin membuka pintu, Mia dapat melihat siapa yang datang.
"Suruh masuk Bi!" ucap Mia agak berteriak.
Aldo masuk dengan membawa berbagai macam keperluan bayi, seperti baju, popok, dan lainnya.
"Maaf, ya aku telat jenguk kamu." ucap Aldo, Mia hanya mengangguk. Aldo tersenyum saat meliha wajah Bian, anak nya benar-benar foto copyan nya saat kecil dulu.
"Hay, Papa dateng nih." Aldo mengelus pipi Bian yang ada digendongan Mia. "Mm..boleh aku gendong Mi?" tanya Aldo ragu.
"Tentu saja." ucap Mia, Bian langsung diambil alih oleh Aldo.
"Maaffin Papa ya, baru lihat sekarang." ucap Aldo mengajak Bian mengobrol. "Kamu ganteng banget, udah mandi ya, wangi banget." ucap Aldo ia memncium kening Bian. Mia hanya tersenyum tipis saat melihat interaksi Aldo pada Bian.
"Nanti kalau kamu udah gede, Papa janji buat ajarin kamu karate." ucap Aldo. "Itupun kalau Mama kamu ijinin, sama Papa Devin." lirih Aldo, ada nada sendu saat ia menyebutkan nama Devin diakhir kalimat. Seseorang yang berhasil mengambil alih posisi nya.
"Pagi telah pergi
Mentari tak bersinar lagi
Ntah sampai kapan kumengingat
Tentang dirimu
Kuhanya diam
Menggenggam menahan
Sgala kerinduan
Memanggil namamu
Disetiap malam
Ingin engkau datang dan hadir
Dimimpiku rindu
Dan waktu kan menjawab
Pertemuan ku dan dirimu
Hingga sampai kini aku masih ada disini
Kuhanya diam
Menggenggam menahan
Sgala kerinduan
Memanggil namamu
Disetiap malam
Ingin engkau datang dan hadir
Dimimpiku rindu
KAMU SEDANG MEMBACA
Married By Accident [END]
Romance"Ngandung anak hasil kondom bocor aja bangga." lontar Difa ia memalingkan wajah nya, seakan jijik melihat Mia. Mia berusaha tenang, ia mengepalkan tangan nya. wajah nya merah padam. plakkk... dan ya, kini tangan Mia sudah mendarat tepat di pipi mul...
![Married By Accident [END]](https://img.wattpad.com/cover/272653532-64-k255945.jpg)