Setelah pertengkaran yang cukup menyesakan hati, Mia berdiam diri di kamar mandi lama. Ia ingin menguras semua air mata nya, ia berjanji ini air mata terakhir, karena ia sudah lelah, ia akan menyerah.
Saat Mia keluar, ia sudah tak melihat Devin, Mia sudah biasa, Devin akan pergi menemui Difa. Disini ia juga tak mengerti siapa orang ketiga dalam pernikahan nya, dirinya? Atau Difa.
Mia menatap kearah ranjang kecil, terdapat Bian yang masih terlelap tidur, tadi ia sempat terbangun, namun segera Mia memberi nya susu formula, sampai Bian tertidur kembali.
"Mama akan menyerah Bi." lirih Mia.
Mia mengeluarkan baju dalam lemari nya, ia masukan kedalam koper. Setelah memasukan semua bajunya, ia membereskan baju-baju Bian, kedalam tas besar. Semua barang yang ia beli dengan uang nya, Masukan, kecuali barang yang dibelikan oleh Devin.
Mia sudah cukup untuk bertahan, ia memang mencintai Devin, tapi hati nya tetap lah hati, bukan baja yang selalu kuat.
Mia menempelkan not diatas nakas, dengan catatan, 'kita akhiri saja.' Singkat, hanya itu yang ada dalam pikiran Mia sekarang.
Mia menggusur koper nya, saat ia melewati lantai satu, disitu Bi Titin mencegat nya.
"Neng mau kemana?" tanya Bi Titin panik.
"Maaf ya Bi, kalau selama ini aku sering nitipin Bian, dan nyusahin Bibi." lirih Mia.
"Neng mau pulang?" tanya Bi Titin, Mia hanya diam dan menunduk. "Kalau emang iya, Bibi cuman mau bilang, keputusan Neng udah bener, selama ini Bibi menjadi saksi dengan pertengkaran Neng. Jujur Bibi udah sayang banget sama Den Bian, tapi Bibi yakin Neng wanita hebat yang bakalan lakuin yang terbaik untuk Den Bian." ucap Bi Titin sendu, selama ini ia hanya diam disaat majikan nya bertengkar, bahkan ia seakan menutup mata saat melihat nyonya nya menangis.
"Terima kasih Bi, maaf ya Bi." ucap Mia.
"Biar Bibi bantu Neng." ucap Bi Titin, ia segera mengambil alih koper Mia, dan Mia kembali lagi mengambil tas besar.
Dengan bantuan Bi Titin akhirnya semua barang, sudah Mia bereskan kedalam mobil, ia membawa Bian yang masih tidur. Ini cukup sulit membawa mobil sambil menggendong bayi, tapi Mia akan hati-hati.
Mia memeluk Bi Titin untuk terakhir kali nya, karena selama ini sosok itulah yang selalu membantu nya, Bi Titin sudah seperti orang tua kedua bagi Mia. Walau Bi Titin tak banyak bicara seperti Mama nya, namun Bi Titin selalu mengerti akan keadaan Mia.
Setelah acara peluk-pelukan, Mia segera pergi, ia berniat kembali lagi ke apartement nya yang dulu, karena hanya tempat ini yang bisa Mia datangi saat ini.
Untuk melupakan masalah nya, Mia langsung saja membongkar barang-barang nya, ia butuh kesibukan saat ini, ia ingin melupakan semua nya.
_________
Devin membuka lemari, ia membanting buku-buku nya, bisa-bisa Mia pergi, dan hanya meninggalka not singkat.
Yang membuat nya kesal saat ini adalah perasaanya, ia sangat marah dan kesal saat Mia pergi, apa sesakit itu? Devin mengacak rambut nya prustasi.
"Apa dia bodoh?!" rutuk Devin ia melempar semua benda yang ada dalam kamar, Bi Titin hanya diam saat melihat tuan nya marah-marah, saat ini ia dipihak Mia, bagaimanapun dia juga perempuan.
Devin mengambil kunci mobil nya, ia mencari Mia, pantang baginya pulang tanpa membawa Mia kembali.
Pertama ia datang ke tempat Iren, namun Mia tak ada, malah ia mendapat sumpah serapah dari Iren.
Akhirnya Devin mencari ketempat lain, dan yah Devin yakin Mia ada di diapartement nya yang dulu.
Saat Devin memarkirkan mobil nya, Devin langsung menekan bel. Lama tak ada sahutan dari dalam, Devin kembali lagi Devin menekan bel.
Mia membuka pintu dengan tergesa-gesa, saat tahu siapa yang datang ia segera menutup pintu nya kembali, namun Devin malah menahan pintu, sudah jelas tenaga nya dan Devin jauh berbeda, cowok itu berhasil menerobos.
"Mau lo apa?!" teriak Mia tepat didepan wajah Devin.
"Kenapa lo pergi?" tanya Devin, matanya menatap Mia tajam, kedua tangan nya mencengkram bahu Mia dengan keras.
"Menurur lo?" ketus Mia,
Devin melepas cengkraman nya, ia beralih kelemari baju Mia, lalu mengeluarkan semua baju yang ada didalam. Cowok itu sudah seperti orang kesurupan, Mia melotot tak percaya saat baju yang baru saja selesai ia bereskan malah kembali Devin acak-acak.
"Apa yang lo lakuin?sialan!" Mia mendoro tubuh Devin, sampai cowok itu agak mundur.
"Ayo pulang." ucap Devin tegas.
"Cih, dengan gampang nya lo ngajak gue pulang." cibir Mia. "Lo pikir wanita mana yang bertahan setelah diselingkuhi!" ucap Mia prustasi.
"Lo gak ngerti! Lo gak tahu apa-apa." tukas Devin tak terima entah kenapa ucapan Mia barusan serasa menusuk hati nya.
"Lo gila?hah!" Mia menarik tangan Devin, ingin mengusir nya. Devin melepas cekalan Mia, ia menarik tengkuk Mia, mencium bibir Mia, membuat Mia berontak.
'Plakk'
Satu tamparan mendarat dipipi Devin, Mia menatap nyalang cowok dihadapan nya.
"Lo pikir seteleh gue ngerendah, setelah gue terlihat murahan, gue mau balik lagi." cibir Mia. "Lo harus inget gue emang murahan, tapi gue gak gratisan." lanjutnya.
Devin bukan nya berpikir, ia malah menggendong Bian, Mia tahu maksud Devin apa.
"Kalau kamu gak mau pulang, aku bakalan bawa Bian." ucap Devin.
"Sialan, dia anak gue!" teriak Mia. "Gue bakal lapor polisi, kalau lo mau nyulik anak gue." ancam Mia tak terima.
"Ngomong-ngomong kita masih suami istri. Tidak ada ayah yang menculik anak nya sendiri, perlu kamu inget Mi, Bian tercatat sebagai anak aku." ucap Devin, Mia baru tahu kalau Devin selicik ini, bagaimana bisa ini terjadi, susah payah Mia pergi, namun Devin dengan ego nya malah menahan nya.
"Lo tuh udah punya Difa Vin, lo mau apa dari gue?" tanya Mia sendu kali ini bener-bener menyakitkan, tak bisakah Devin membiarkan dia pergi.
"Kalau lo mau gue kembali, putusin Difa, kita mulai dari awal semua nya." ucap Mia datar.
"Aku gak bisa, tapi aku mohon kamu kembali sampai aku yakin dengan satu hal." ucap Devin.
"Kamu licik Vin." ucap Mia. "Egois." lirihnya.
Mia kembali dengan pilihan nya, ia tak tahu harus apa, hati nya sangat sakit ketika Bian menangis dalam gendongan Devin, ia tak tahan.
Manusia terbuat dari apa Devin, sehingga membuat cowok itu egois, dan sangat licik, apa guna nya ia kembali jika kehadiran nya saja terkadang tak dianggap.
Siapa sebenarnya aku dihidupmu
Sehingga aku pergi pun kamu menahannya.
Tolong beri aku alasan.
_Mia_
KAMU SEDANG MEMBACA
Married By Accident [END]
Romansa"Ngandung anak hasil kondom bocor aja bangga." lontar Difa ia memalingkan wajah nya, seakan jijik melihat Mia. Mia berusaha tenang, ia mengepalkan tangan nya. wajah nya merah padam. plakkk... dan ya, kini tangan Mia sudah mendarat tepat di pipi mul...
![Married By Accident [END]](https://img.wattpad.com/cover/272653532-64-k255945.jpg)