32.😊

4.3K 182 10
                                        

Mia menatap Devin yang masih terlelap tidur disampin nya. Ah, ini seperti dejavu, Mia pernah melakukan hal ini, yah dulu bersama Aldo, apa setelah ini Devin juga akan meninggalkan nya. Sungguh kejam, jika benar terjadi.

Mia tersenyum tipis, wajar saja Devin jadi rebutan, pahatan wajah nya sangat indah, tuhan menciptakan nya dengan penuh kesempurnaan.

Mia mengecup hidup mancung Devin, lalu membenamkan kepalanya pada dada bidang milik Devin.

'Terima kasih, sudah memenuhi nya.' Lirih Mia dalam hati, biarlah ia tak peduli masalah apalagi kedepan nya, ia hanya ingin menikmati hari ini.

___________

Mia mengundur diri dari cafe tempat nya bekerja, ia tak bisa terus-menerus cuti, ia juga tahu malu, walaupun cafe  itu milik orang tua sahabatnya.

Mia memutuskan untuk diam dirumah, dan fokus mengurus Bian, sudah lama ia tak menghabiskan waktu seharian dengan Bian.

Devin berjanji mengajaknya dan juga Bian keluar saat Devin tidak ada jadwal dirumah sakit. Mia menunggu janji itu.

"Bosen banget ya, dirumah sendirian." monolog Mia, ia kembali memainkan ponsel nya, ia memposting foto Bian.

"Nanti kalau kamu gede, pasti banyak yang gade." gumam Mia, ia terkekeh geli saat banyak orang yang mengomentari story nya. Apalagi ucapan selamat, rasanya ia ingin berteriak mengatakan 'gue lahiran udah lama' begitu kira-kira.

Inilah akibatnya jika sudah lama tidak bermain sosial media, itu rasanya seperti orang baru keluar dari goa, Mia banyak ketinggalan info tentang para artis, dan juga kejadian-kejadian kocak dari daerah lain.

'Ting'

Satu notif masuk, Mia segera melihatnya.

Iren🐒

Keponakan gue ganteng
Tujuan gue hidup sekarang.
Menunggu anak lo besar

Anda

Mimpi mu!

Iren🐒

Gak papa, nunggu lama
Juga.

Anda

Tak sudi gue punya
Menantu nenek-nenek nanti
Apalagi seumuran sama gue.

Iren🐒

Santai! Gue becanda.
Tapi sabi kali ya.

Anda

Dalam mimpi mu!

Iren🐒

Dirumah kosong?

Anda

Hm.

Iren🐒

Gue sama yang lain
Otw kesana.

Anda

Gue tunggu.

Mia menutup ponsel nya, ia mengecek bahan makanan dalam lemari es, takut nya kurang, karena teman-temannya tak kan segan-segan menghabiskannya, dan benar saja hanya sedikit, mungkin hanya cukup untuk dua orang jika dipasak.

Married By Accident [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang