20.😊

5.6K 236 7
                                        

Jika harus sakit untuk bahagia
Maka aku rela terus sakit, hingga
Bahagia ku berlipat-lipat.

_Mia_

_________

Mia melihat hasil USG nya, dokter mengatakan bahwa kehamilan nya sungsa, dimana posisi bayi tidak sesuai dengan normal.

"Untuk chek up selanjutnya, mohon untuk datang bersama suami anda." ucap Dokter. Mia mengangguk berusaha menampilkan senyuman nya.

"Ah, baik dokter, terima kasih." Mia bangkit dari duduk nya, punggung nya agak terasa nyeri jika berjalan, perut nya benar-benar besar.

"Iya, mari saya antar, sampai pintu."

Dengan dibantu sang dokter, Mia berjalan dengan hati-hati, ia memegang pinggangnya.

"Sekali lagi terima kasih Dok." ucap Mia sebelum ia pergi keluar, Dokter hanya tersenyum teduh.

Mia sudah susah berjalan, namun Devin semakin sibuk dengan mantan terkasih nya.

"Mia!" tegur seseorang, Mia sudah hapal suara siapa itu. Ia baru saja keluar dari rumah sakit, tepat di halte bus, kenapa Mia harus bertemu orang bajingan itu, pikirnya.

"Ngapain lo disini?" sinis Mia tak suka, mendelik pada Aldo.

Namun Aldo tak ambil hati, ia malah berjongkok dihadapan Mia, tangan nya mengelus lembut permukaan perut buncit Mia.

"Hay, kenalkan aku Papa kalian." hati Aldo meringis mengatakan hal itu, sebenarnya juga Mia ingin sekali menepis tangan Aldo, namun ia juga tak bisa egois, anak yang tengah dikandung nya adalah anak Aldo juga.

"Berdiri, gue pegel." ketus Mia. Mendengar itu Aldo berdiri ia memapah Mia, mengajak Mia untuk duduk dulu, kursi panjang yang tengah kosong.

"Al." lirih Mia tiba-tiba.

"Ada apa? Lo mau apa?" tanya Aldo cepat.

Mia menggeleng. "Gue mau pinjem bahu lo boleh?" tanya Mia ragu.

Aldo tak menjawab, ia malah menarik lembut kepala Mia agar bersender dibahu nya.

"Lo tahu? Gue bakal kasih apapun yang lo mau Mi. Gue pengen nebus kesalahan gue." lirih Aldo. "Gue nyesel ninggalin lo, gue brengsek." ucap Aldo.

Mia sama sekali tak menjawab ucapan Aldo, ia malah memikirkan rumah tangga nya saat ini jauh lebih buruk, Devin cowok yang pernah banggakan justru mengkhianati nya, dengam cara diam-diam. Yah, Mia tahu jika Devin menjalin hubungan lagi dengan Difa, ia tahu satu bulan lalu.

Membayangkan nya, tak terasa air mata Mia sudah membasahi pipi nya, bahkan ia terisak sendu.

"Are you okay?" Aldo menarik kepala Mia, agar ia bisa melihat wajah Mia. "Lo kenapa nangis? Maafin gue Mi, gue gak mau lihat lo nangis." Aldo mengusap air mata Mia, ia merasa bersalah.

Mia menggeleng, hati nya rapuh, kenapa Aldo baru sadar sekarang? Kenapa tidak dari dulu, bahkan jika harus diceritakan suami nya saat ini lebih menyakiti Mia.

Aldo mendekap Mia. Mia semakin terisak, punggung nya bergetar dipelukan Aldo, ia butuh sandaran.

"Al, kalau gue butuh lo, lo bakal ada buat gue?" tanya Mia dengan suara serak.

Married By Accident [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang