Sudah malam namun Devin belum juga pulang, itu membuat Mama sangat curiga padanya, ditambah potret tadi yang tak sengaja ia ambil pas datang kerumah sakit, yah Mama Mia tidak langsung datang ke rumah, melainkan ingin cek kesehatan nya dulu, namun ia melihat Devin yang tengah berjalan bersama dengan wanita.
"Mia, suami kamu kapan pulang?" tanya Mama saat Mia baru saja turun dari kamar nya.
"Mm..kayak nya Devin gak pulang deh sekarang, katanya ada jadwal operasi." bohong Mia, sebenarnya ia juga sudah mengharapkan Devin pulang, namun itu hanya harapan semu.
"Oh, dia emang nya sering gak pulang kerumah?" tanya Mama nya lagi.
"Jarang, sekarang mungkin Devin menggantikan Dokter yang lagi sibuk Ma." Mia duduk disamping Mama nya.
"Yasudah besok pagi kamu kerumah sakit, anterin dia sarapan. Pasti dia sangat kelelahan Mi." ucap Mama, Mia hanya mengangguk.
Apa aku harus datang ketempat Difa? Batinnya, Mia tahu dimana rumah wanita sialan itu. Yah, ia harus pergoki mereka berdua, dan mungkin membuat kejutan kecil untuk Devin, secara Devin belum tahu, kalau Mia sudah mengetahui kalau Devin selingkuh darinya.
_______
Pagi ini, ralat bahkan ini masih subuh, Mia sudah sampai dipintu besar rumah Difa. Ia menekan bel rumah, menunggu dibuka, tak peduli ia disebut tak sopan karena datang sangat pagi, disini ia adalah istri sah.
Suara kunci yang membuka pintu, seseorang membuka pintu, Mia segera memasang wajah datar nya, saat tahu siapa yang membuka pintu.
"Sayang, siapa yang dateng, subuh-subuh?"
Mia yakin itu suara Difa, Mia menatap Devin yang hanya diam tanpa suara, apa lelaki itu mendadak bisu? Pikirnya.
"Hay." Mia melambaikan tangannya, dengan tenang.
"Kam.."
"Sayang, kok diem, ajak masuk dong."
Muncul lah Difa dari belakang pintu, ia melebarkan pintu. Tampaknya ia belum tahu kalau Mia lah yang datang.
"Eh, ngapain lo kesini, subuh-subuh? Gak sopan banget." ucap Difa. Mia mengangkat alis nya sebelah, ia melipat tangannya.
"Gak, gue cuman mau jemput suami gue yang nyasar." ucap Mia ia tersenyum sinis. "Kamu kenapa Vin, kamu lupa jalan pulang?" tanya Mia.
"Kamu udah.."
"Aku udah tahu, jauh sebelum Bian lahir, aku udah tahu kalau kamu ini khianatin aku." potong Mia, wajah nya datar, Devin tak dapat menyimpulkan jika Mia marah, Devin tak menyangka jika Mia selama ini hanya pura-pura tidak tahu seperti orang bodoh.
"Tidak apa-apa bukan pura-pura bodoh, dengan orang yang pura-pura baik." Mia menatap tajam kearah Devin.
"Maksud lo apaan?!" tanya Difa ia meninggi kan suaranya.
"Lo tuh bodoh ternyata, gue kira pinter." ucap Mia tajam.
Tangan Difa melayang untuk menampar Mia, namun tangan nya segera Mia cekal, ia menatap tajam Difa.
"Lo pikir tangan kotor lo, bisa apa nampar pipi mulus gue." ucap Mia, ia menghempaskan tangan Difa dengan kasar, sampai Difa meringis.
"Kamu jangan diem aja, udah kayak orang bisu, sok-sok an gak berdaya. Giliran selingkuh aja nomer satu." cibir Mia membuat Devin mendongak kan kepala nya dan menatap langsung kedua manik mata Mia, dapat Devin lihat Mia sangat terluka.
"Oke, kita pulang." ucap Devin ia berusaha tenang.
"Sekarang gini, kita lihat siapa yang bisa dapetin Devin. Gue bakal bikin Devin jatuh cinta sama gue, dan gak ada tempat buat lo dihati Devin!" ucap Mia sebelum ia menarik tangan Devin untuk pergi, Mia datang menggunakan mobil Mama nya.
Selama perjalanan hanya hening, Mia membawa mobil dengan kecepatan gila, Devin saja merasa takut, mata Mia merah, ia menahan air mata, Mia sebenarnya tak yakin dengan ucapan terakhirnya.
Mia pun sampai, ia memarkirkan mobil nya.
"Buatlah drama yang bisa membuat Mama tak curiga." ucap Mia datar sebelum keluar dari mobil.
Devin sedikit terkejut, jika mertua nya ada dirumah, bagaimana ia bisa menjawab pertanyaan Mama nya, ia tak pulang semalam, apalagi Devin tengah menggunakan piyama.
Devin sedikit ragu untuk masuk, namun ia memberanikan diri. Devin keluar dari mobil dan melangkah masuk kedalam rumah, aroma makanan segera menusuk penciuman nya. Devin melirik dapur, yah disana ada mertua nya yang tengah memasak bersama pembantu nya.
Devin menghampiri mertua nya.
"Pagi Ma." sapa Devin sedikit takut.
"Pagi, akhirnya kamu pulang Vin, Mama pikir kamu akan pulang siang." ucap Mama dengan senyuman yang sangat hangat.
"Mama dateng kapan?" tanya Devin.
"Kemarin siang." ucap Mama.
"Kenapa gak bilang, kan bisa Devin jemput dari bandara." ucap Devin.
"Kamu gak usah basa-basi Vin, Mama tahu kamu sibuk, semalam juga Mia bilang kamu banyak jadwal operasi, pasti kamu capek ya." ucap Mama, ia mengelus kepala Devin lembut, dari matanya sangat jelas jika ia sangat menyayangi Devin. Dan jangan lupakan, Mama sangat berterima kasih pada Devin karena berani bertanggung jawab walau nyatanya bukan kesalahan Devin, namun jika Mama nya tahu yang sebenarnya, entahlah apa tatapan pada Devin masih sama.
"Ma, berhenti mengelus kepala suami ku, nanti dia jadi manja." celetuk Mia yang baru saja datang, ia baru mengganti pakaiannya.
"Pelit amat kamu Mi." ucap Mama.
"Cih, aku takut nanti Devin suka sama Mama." cetus Mia.
"Kamu berkata seperti itu lagi, mau Mama potong lidah kamu?hah." ancam Mama, Mia hanya mengangkat bahu nya tak peduli, wong Mama nya tak akan berani toh.
"Iya, sayang gak baik kamu ngomong gitu." timpal Devin, mendengar itu rasa nya Mia ingin muntah, ternyata suami nya ini memang raja drama, tak salah Mia menyuruh nya acting ternyata suaminya aktor handal.
"Iya, lagipula jika ada orang lain, yang akan merebut mu, aku akan membalas nya. Ayah kandung Bian masih mengejarku." ucap Mia santai. Devin melebarkan pupil matanya. "Apa?" ketus Mia.
Devin hanya menggeleng.
"Kamu mau apa balikan sama cowok brengsek itu Mi?" tanya Mama nya yang ikut duduk di meja makan.
"Kenapa tidak, bukankah jika Devin selingkuh, ia akan jauh brengsek dari Aldo." Mia menggerlingkan matanya. Mama nya hanya geleng-geleng, ia menganggap ucapan Mia hanya lelucon, tapi tidak dengan Devin, ia sudah takut jika Mia akan kembali pada Aldo. Ia tak ingin itu terjadi, ia masih ingin bersama Mia, biarlah Devin egois, saat ini ia masih bingung harus memilih yang mana, pikiran nya seperti bocah labil.
"Udah, ayo sarapan, Mama udah masak." ucap Mama menyajikan makanan keatas piring.
Acara makan pun dimulai, tak ada yang bersuara semua hanyut dalam pikiran nya masing-masing, hanya ada suara dentingan sendok dan garpu yang beradu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Married By Accident [END]
Romance"Ngandung anak hasil kondom bocor aja bangga." lontar Difa ia memalingkan wajah nya, seakan jijik melihat Mia. Mia berusaha tenang, ia mengepalkan tangan nya. wajah nya merah padam. plakkk... dan ya, kini tangan Mia sudah mendarat tepat di pipi mul...
![Married By Accident [END]](https://img.wattpad.com/cover/272653532-64-k255945.jpg)