Last part

14.2K 380 100
                                        

Penyesalan, adalah neraka
Terdalam didunia

_anonim_

______

Kepergian membawa pergi semua nya, bahkan semangat Devin pun memghilang disaat Mia menghilang.

Rasa bersalah terus menghantui nya, apalagi disaat ia melihat bayi laki-laki mungil, yang jelas adalah darah daging nya.

Selama ini Devin egois, ia tak pernah mendengar penjelasan Mia, otak cerdas nya seakan menjadi bodoh pada hari Mia melangkah keluar dari rumah nya.

Surat perceraian yang Mia sudah tanda tangani membuat nya semakin sakit.

Betapa bodoh nya Devin, ia sudah melukai Mia begitu dalam, dan membasuh luka itu dengan garam. Terlalu sakit bagi Mia, sehingga gadi itu meninggalkan nya.

Devin memasang kan plas drive yang diberikan Arif tempo hari, teman nya bilang itu dari Mia.

Saat sudah terpasang, ia langsung meng klik file yang berjudul LOVE.

Layar laptop menampilan video sosok Mia yang tengah duduk dikursi roda.

"Hai." sapa Mia dilayar.

Devin tersenyum tipis melihat sosok itu.

"Yakk! Jangan menangis, ah, kupikir kamu menangis." ucap Mia, ia tersenyum miris.

"Kalau kamu sampe melihat video ini, berarti aku sudah ketemu sama tuhan." tutur Mia, ia memanyunkan bibir nya. "Arif bilang, operasi kedua ku bahaya." lanjutnya.

Melihat itu air mata Devin luruh kembali.

"Hiks.." isak nya.

Ia menghapus air mata nya kasar. Ia fokus lagi pada video Mia itu.

"Kamu tahu bayi kita laki-laki. Aku tahu karena USG." Mia tersenyum saat menceritakan nya. "Dia sehat. Kamu harus sayang sama dia, dia anak kamu tahu, bukan anak Arif." lanjutnya.

"Kamu tahu, saat kamu bilang bayi kita bukan anak kamu, ahh..itu rasa nya sangat nyuttt..sampe ulu hati." Mia menunjuk bagian dada kiri nya. "Hiks..aku sedih Vin, aku hamil tapi gak kamu temenin."

Terlihat Mia menangis dilayar, membuat Devin semakin terisak, rasa bersalah semakin hinggap dihati nya.

"Kamu ngirim surat perceraian, disaat aku hamil anak kamu." Mia memanyunkan bibir nya lagi. "Tapi tenang, aku gak marah sama kamu, karena aku tahu, kamu gak maksud gitu kan." Mia tersenyum manis, sangat manis.

Devin meremat kan jari-jari nya, sosok dalam layar itu sudah tiada, wanita yang rela menukar hidup nya, demi melahirkan anak nya, darah daging nya.

"Berbaikan lah dengan Arif, dia gak pernah mau khianatin kamu, tapi emang katanya dia suka aku, hehehe.." ucap Mia, bibir pucatnya, tak henti-henti mengukir lengkungan senyuman indah.

"Jaga Difa, dia bener-bener sayang kamu, cuman waktu nya aja yang salah, karena dia kembali disaat kamu udah sama kamu. Mau dibilang pelakor, tapi dia duluan yang ada dihati kamu." ucap Mia, ia menunduk kan kepala nya.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Dec 18, 2021 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Married By Accident [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang