Dejun memandangi cincin pernikahannya yang melingkar sempurna di jari manisnya. Ia tersenyum tipis walaupun air matanya terus mengeluarkan air.
"Udah dua tahun..." Dejun mengusap air matanya.
Bukan, Ia bukan merasa tidak bahagia dengan Hendery. Namun, Ia merasa dirinya yang tidak membahagiakan Hendery. Sampai saat ini Ia belum juga dikaruniai seorang anak. Setiap mendengar teman - temannya yang baru saja menikah, demi apapun Dejun sangat iri. Namun Ia berusaha menyembunyikannya.
"Bahkan Jisung udah bisa jalan..."
"Anaknya Haechan juga..."
"Lucas yang baru nikah beberapa bulan... Istrinya udah hamil..."
"Maafin aku Dery..."
Mata Dejun beralih memandang ke luar jendela. Kebetulan yang sangat menyakitkan, di tepi jalan Ia melihat sepasang suami istri dan dua anaknya yang sedang berjalan bersama. Sangat indah namun menyakitkan.
"Hei, are you okay?"
Dejun terperanjat ketika melihat Hendery yang sudah ada di belakangnya. Sebisa mungkin Ia menghapus air matanya, tidak ingin Hendery tahu jika Ia sedang menangis.
"What's going on babe?" Hendery duduk di sebelah Dejun.
"No... nothing.." Dejun tersenyum.
Hendery meraih jemari Dejun dan mengusapnya pelan, "Are you still thinking about...... Son?..... Daughter?....."
Dejun menggeleng sembari tersenyum, "No! Im not! I just-- I just-- ah, suddenly I'm thinking about sad movie that I watched yesterday.."
Hendery menatap lekat mata Dejun, namun Dejun selalu melihat ke arah lain.
"I'm happy with you, My love for you is never changed. For the past, for now, for tomorrow, i never unloved you. You're still my favorite Dejun. With daughter, with son or only us, I'm always loving you,"
Hati Dejun justru semakin sakit ketika Hendery berucap seperti itu. Ia merasa Hendery juga membohongi dirinya sendiri.
"Hmm, do you want some holiday?" Hendery tersenyum.
Dejun menatap lekat Hendery.
"Maybe we can get our frist world trip. I'm sure you'll enjoyed it!" Hendery mengusap pipi Dejun.
"Are you sure? how about your work? Are you sure will left them for a while?" Dejun mengulum bibir.
"Yep, it's okay. I want to have a good time with you in several months. Maybe 2 or 3 Months? we will going for.... hmm... probably 10 countries?" Hendery tersenyum lebar.
"What!? seriously!?" Dejun membulatkan mata.
"Ya! Why not? we have a lot of money, why we haven't used that for our happiness?" Hendery mengedipkan matanya.
Dejun terkekeh lalu memeluk Hendery, "Thanks, I love you!"
"Love you more!!" Hendery mengeratkan pelukan itu dan mencium pucuk kepala Dejun.
◾🔸◾🔸
🎼🎼🎼
"Na... Na... Na.."
Renjun terkekeh ketika melihat Jisung yang terus berceloteh.
"Ini aunti, bukan Bunaa!" Renjun menekan - nekan pipi gembul Jisung.
"Jisung emang suka manggil siapapun pake Nana," Jaemin ikut terkekeh.
"Nana... Nana.." Jisung berjalan cepat lalu memeluk Renjun.
Renjun menggapai tubuh mungil Jisung, "Aun... ti.. Aunti!"
KAMU SEDANG MEMBACA
Pacar Lima Restu 🌷
Ficção Adolescente♡ Kerandoman para bujang Neo Residence untuk mendapatkan restu Ayah Yuta. ------------------------------------------------ Sequels : 1. Pacar Lima Restu 2. Teman Lima Musuh 3. Kisah Lima Bujang (Prequel) .・゜゜・bxb story with adult content
