Dejun berjalan mendekati Jaemin yang sedang menikmati makanan.
"Hei sayang! Sini!" Yuta memanggil Dejun.
Jaemin menoleh dan melihat Hendery dan Dejun. Matanya bertemu dengan mata Dejun. Ia tersenyum namun Dejun tidak. Dejun hanya melewati Jaemin dan duduk di jarak yang jauh dari Jaemin.
"It's okay Na..." Hendery tersenyum lalu menepuk bahu Jaemin.
"And congrats bro, you will be a good Papa!" Hendery juga menepuk bahu Jeno lalu duduk di sebelah Jeno, tidak di sebelah Dejun.
"Thank you bang!" Jaemin dan Jeno bersamaan.
"Wah emang jodoh..." Hendery terkekeh.
"Terus gimana?" Yuta berbicara to the point dengan Jeno.
Jeno mengambil nafas sebentar lalu mulai menjelaskan rencananya untuk hidup mandiri bersama Nana. Semua mendengarkan dengan serius, bahkan mereka tidak ada yang memberikan tanggapan sebelum Jeno selesai berbicara.
"Ga," Winwin menyanggah. "Nana harus kuliah dulu!"
Yuta masih belum memberi tanggapan.
"Kamu mau ngasih makan apa? mau kerja apa? emang bisa mencukupi kebutuhan Nana nanti? udah, biarin kami keluarga Nakamoto yang ngerawat Nana dan Anaknya..." Winwin menatap tidak suka Jeno.
"Nikah juga butuh biaya, emang kamu punya biaya?" Winwin masih bertanya.
"Saya akan menikahi Nana dengan cara sederhana, ga perlu mewah - mewah.." Jeno menjawab.
"Enak aja! Ga! Nana ga layak buat dapatin pernikahan kaya gitu!" Winwin menggertak Jeno.
"Ayah setuju sama rencana Jeno!" Yuta membuka suaranya.
"Ayah!" Winwin menatap tajam Yuta, "Nana berharga buat kita, masa iya dibiarin nikah dengan cara sederhana, hidup di kontrakan murah, belum lagi celaan dari tetangga mereka nanti.."
"Itu udah konsekuensi mereka, hukum sosial buat mereka. Kalau kita masih manjain Nana, aku yakin Nana ga akan pernah bisa ngedidik dengan baik anaknya nanti..." Yuta menatap Winwin.
"Tapi Yah!"
"Biarin mereka ngerasain perjuangan, hidup pas - pasan, mendidik anak, kita lihat apakah mereka bisa bertanggung jawab atas perbuatan mereka," Yuta menatap Jeno dan Jaemin secara bergantian.
Kini Winwin terdiam, menerima saran dari Yuta.
"Udah bilang sama Keluarga kamu?" Yuta bertanya lagi kepada Jeno.
"Udah, Keluarga saya menyetujui.." Jeno mengangguk.
Yuta terkekeh singkat, "Ya iyalah setuju, orang keluarga kamu aja bentar lagi bangkrut,"
Jeno mencoba tersenyum walaupun hatinya sangat sakit, jika mengingat Jaehyun melakukan semuanya demi melindungi dia.
"Oke clear, setelah ini Nana periksa dulu ke dokter kandungan buat ngecek kandungan kamu. Kalian fokus belajar dulu buat Ujian Nasional setelah itu... tanggung jawab saya serahkan ke kamu!"
Yuta menunjuk Jeno.
"Pernikahan kalian sendiri yang nyusun, saya dan keluarga hanya membantu memberi saran tidak untuk biaya. Untuk kontrakan, saya dan keluarga cuma bantu membayarkan uang muka saja, seterusnya Jeno dan Nana harus berjuang sendiri ya.. Dan ya... jangan lupa nabung untuk biaya persalinan Nana, sekali lagi ini jadi tanggung jawab kalian, saya dan keluarga hanya membantu memberi saran!"
Jeno dan Jaemin benar - benar menerima semua masukan Yuta mereka mengangguk bersama.
"Jeno, buat bahagia Nana, didik cucu saya sampai menjadi anak hebat. Saya berharap lebih sama kamu," Yuta tersenyum.
KAMU SEDANG MEMBACA
Pacar Lima Restu 🌷
Jugendliteratur♡ Kerandoman para bujang Neo Residence untuk mendapatkan restu Ayah Yuta. ------------------------------------------------ Sequels : 1. Pacar Lima Restu 2. Teman Lima Musuh 3. Kisah Lima Bujang (Prequel) .・゜゜・bxb story with adult content
