"Loh, kok kamu yang jemput?" Shotaro sedikit kebingungan karena yang dilihat bukan Ayahnya tapi Sungchan.
"Dibolehin sama Ayah," Sungchan tersenyum.
Shotaro membulatkan matanya lucu. Dia merasa itu mustahil.
"Udah yuk naik, mau kemana?" Sungchan memaikan helm untuk Shotaro.
"Hmmm, bebas deh," Shotaropun beranjak naik ke motor.
"Maaf ya, aku pakai motor, kamu gapapa kan?" Sungchan melirik ke belakang.
"Kok ga pakai Mobil kenapa?" Sejujurnya Shotaro lebih suka menggunakan mobil karena dari kecil Ia sangat terbiasa di antar jemput dengan mobil oleh Ayah.
Sungchan tersenyum lalu tangannya menarik kedua lengan Shotaro agar bisa memeluk badannya dari belakang.
"Eh.." Jantung Shotaro berdetak sangat kencang.
"Peluk yang erat biar ga jatuh," Sungchan berkata lembut.
Shotaro mendadak gugup tetapi Ia mendengarkan perkataan Sungchan, mempererat pelukan.
Dirasa aman, Sungchan menyalakan motornya dan menjalankannya.
🔸◾🔸◾
🎼🎼🎼
"Enak ga?" Jeno menatap Jaemin yang sedang menikmati makanan.
"Ini enak banget nasi gorengnya! Gila!" Jaemin tersenyum lebar.
"Bagus deh. Btw, gimana sekolahmu, lancar?" Jeno mengunyah makanannya.
"Lancar kok, tapi agak ga lancar hehehe.." Jaemin menatap Jeno.
Jeno mengernyitkan dahinya.
"Ga lancar karena kepikiran kamu terus, kangen!" Jaemin terkekeh.
"Astaga.. kirain kenapa..." Jeno ikut terkekeh.
"Omong - omong, Beomi apa kabar? aku kangen dia juga," Jaemin mengerjap lucu.
"Ck bocil satu itu sehat, berat badannya naik, tambah gendut," Jeno menggelengkan kepala.
"Bahagia dong dia?" Jaemin tertawa.
"Iya, banyak banget seme yang ngincer dia, padahal cakep kaga, mulut kek dakjal iya," Jeno mendengus.
Jaemin tertawa keras mendengarkan hal itu.
"Ngebayangin muka dia aja bikin emosi..." Jeno mengusap dahinya.
"Dia kaya gitu cuma sama kamu, hahahaha.." Jaemin benar - benar tidak bisa menahan tawanya.
"Ini udah jam segini, pulang yuk? daripada nanti Ayahmu makin marah," Jeno menatap arloji yang melingkar pada tangannya.
"Yaudah pulang aja," Jaemin menyetujui.
Jeno pun membantu Jaemin untuk mengemasi barangnya yang sedikit berantakan di meja untuk mengerjakan tugas. Setelah itu mereka bergegas untuk pulang, khawatir jika Yuta sudah pulang.
🔸◾🔸◾
🎼🎼🎼
Sungchan membuka bungkus roti yang Ia beli tadi dan diberikannya kepada Shotaro.
"Terimakasih," Shotaro tersenyum manis sembari menerima roti tersebut.
Mereka berdua memilih tempat yang nyaman, di pinggir danau yang indah. Sore seperti ini banyak orang yang menghabiskan waktunya di sana.
"Sungchan?" Shotaro menatap Sungchan.
Sungchan tersenyum lalu menatap Shotaro.
"Kamu kenapa ga banyak omong?" Shotaro terkekeh.
KAMU SEDANG MEMBACA
Pacar Lima Restu 🌷
Novela Juvenil♡ Kerandoman para bujang Neo Residence untuk mendapatkan restu Ayah Yuta. ------------------------------------------------ Sequels : 1. Pacar Lima Restu 2. Teman Lima Musuh 3. Kisah Lima Bujang (Prequel) .・゜゜・bxb story with adult content
