OO7 : Supermarket

11.2K 1.7K 113
                                        


Sungchan mengambil beberapa Mayonnaise lalu Ia masukan ke keranjang. Ia beralih mencari beberapa snack untuk Abang dan Adiknya.

"Sungchan ya?"

Sungchan menoleh ke arah sumber suara.

"Kak Renjun!!??" Sungchan tersenyum dan membungkuk sopan.

"Santai aja kali," Renjun terkekeh.

Sungchan salah tingkah sendiri. Dilihatnya Renjun yang sedang memilih snack. Ini adalah situasi yang sangat awkward. Sungchan ingin memulai obrolan tapi apa yang akan Ia obrolkan.

"Kenapa?" Renjun merasa Sungchan terus menatapnya.

Sungchan gelagapan dan hanya merespon dengan gelengan.

"Bisa minta tolong ambilin itu?" Renjun menunjuk ke rak bagian paling atas.

Dengan grogi Sungchan langsung maju, tak sengaja badan Renjun terpepet olehnya. Sedikit berjinjit, Sungchan dengan mudah mengambil Snack itu.

"Ini.." Sungchan menundukan kepala dan Renjun otomatis mendongakan kepala.

Wajah mereka sangat dekat. Sungchan menatap mata Renjun yang indah. "Gosh... You're so beautiful,"

Renjun juga menatap Sungchan, menelan ludahnya. Jantungnya berdegup kencang.

Jemari Sungchan tiba - tiba mengusap  pipi Renjun. Itu spontan ia lakukan karena ia sangat kagum dengan kecantikan Renjun. Jantungnya berdegup seirama dengan jantung Renjun.

"Chan..." Renjun terkejut lalu sedikit mendorong badan Sungchan.

Sungchan tidak bergeming, Ia masih menatap Renjun.

"SUNGCHAN!" Renjun berteriak dan mendorong kuat badan Sungchan.

"M-maaf....maaf kak..." Sungchan mengigit bibir, Ia langsung berlari membawa keranjangnya menuju kasir.

Renjun mengerjapkan matanya beberapa kali, berharap apa yang barusan terjadi tadi tidak benar, hanya mimpi. Ia menepuk pipinya berkali - kali yang sedikit memerah.

🔸◾🔸◾
🎼🎼🎼

Renjun membuka gerbang rumahnya dan melihat Shotaro yang tersenyum lebar saat Ia melihatnya.

"Kakakkk~" Shotaro berlari mendekat, "Punyaku mana kak?"

Renjun menatap Shotaro. Teringat kejadian tadi dengan Sungchan.

"Kakak?" Shotaro mengerjap lucu.

Renjun langsung berlari masuk ke rumah, demi langit dan bumi Ia merasa malu terhadap dirinya sendiri.

"KAK!!!" Shotaro mendengus kesal, "AKU NGOMONG LOH SAMA KAKAK!"

Renjun melemparkan tas belanjanya tadi ke meja ruang tengah lalu berlari ke atas menuju kamarnya. Dejun, Jaemin dan Bunda Winwin yang sedang duduk di sofa keheranan melihat tingkah Renjun.

"Tuh bocah ngapa dah?" Dejun sedikit terkekeh.

"Mungkin kebelet," Bunda Winwin ikut terkekeh.

Shotaro berjalan menuju ruang tamu sembari bergumam kesal.

"Lah, lah, ni juga bocah ngapa dah?" Dejun menatap Shotaro.

"Kak Renjun aku ajak ngomong ga jawab, malah lari ninggalin aku," Shotaro duduk di sebelah Bunda Winwin.

"Mungkin Kak Renjun lagi ada urusan mendadak, sayang, maafin Kak Renjun ya?" Bunda Winwin mengusap kepala Shotaro.

Entah kenapa Jaemin hanya terdiam sedari tadi. Di hatinya merasakan hal aneh.

Renjun mengunci pintunya rapat. Ia becermin dan menepuk pipinya.

"GA BOLEH RENJUN! DIA PUNYA SHOTARO!"

Renjun berbicara terhadap dirinya yang ada di depan cermin.

"Njun, kenapa pipi lo merah goblok!"

"ARGGHH GOBLOK BANGET RENJUN!" Renjun melempar bantal ke tembok.

Jantungnya berdegup kencang.

🔸◾🔸◾
🎼🎼🎼


Sungchan memegangi dadanya, merasakan jantungnya berdegup kencang. Dipikirannya masih ada wajah Renjun yang manis. Sungchan menggeleng cepat. Ia berusaha mengingat kembali adegan di mana Ia berciuman dengan Shotaro. Adegan di mana Ia mengutarakan perasaannya.

Tapi,

Tidak bisa, wajah Renjun tadi lebih mendominasi.

"ARRRRGHHH RENJUN!!!!!"

Semua keluarga Jung yang tengah menikmati Sandwich di meja makan otomatis menoleh ke arah Sungchan.

"RENJUN KENAPA HARUS KAMUU!!!"

Parahnya Sungchan masih belum tersadar.

"Bang..." Beomgyu menggoyangkan bahu Sungchan.

Sungchan yang tersadar langsung membulatkan matanya. Tiba - tiba ngebug.

"Hey, kayanya lagi ada yang kasmaran nih," Jaehyun tertawa.

"Tapi dia deketnya sama Shotaro Dad.... kan kemarin aku udah bilang..." Jeno menyela.

Tawa Jaehyun seketika lenyap lalu menatap Sungchan.

"Jadi, Renjun atau Shotaro?" Mark menambahi.

Bukannya menjawab, Sungchan malah lari secepat kilat menaiki tangga menuju kamarnya. Kamarnya ada di lantai 3.

"Damn, bukannya jawab malah latihan militer dia...." Beomgyu menganga ketika melihat Sungchan berlari cepat tanpa lelah.

"Lift jadi ga berguna buat orang - orang macam dia...." Jeno ikut menganga.

"Kalau ada yang susah kenapa harus yang mudah?" Mark tertawa. Jeno dan Beomgyu ikut tertawa.

Tetapi tidak dengan Jaehyun dan Taeyong. Mereka memikirkan satu hal. Jangan sampai Sungchan menyakiti salah satu anak keluarga Nakamoto. Mereka tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi nantinya.

Swipe for next.

Pacar Lima Restu 🌷 Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang