Hari ini adalah hari yang paling membahagiakan bagi Cacha karena dirinya bisa segera merealisasikan keinginan terbesarnya untuk bersepeda bersama Ilham. Yah, meskipun sehari sebelumnya Cacha harus terlibat dengan drama picisan di mana dirinya sempat merasa kesal lantaran fakta bahwa sepeda itu dibelikan oleh Haris bukan oleh Sita sesuai kesepakatan diantara keduanya.
Bukannya Cacha tidak suka. Dia malah suka sekali apalagi sepeda itu tidak dipungut biaya apapun ---ayolah, Cacha itu lemah pada apapun yang berbau gratis--- tapi lantaran sepeda itu dibelikan oleh Haris, alhasil Cacha harus berusaha ekstra sabar sebab setelahnya Haris yang justru gencar sekali menggodanya selayaknya seorang Ayah yang menggoda anaknya setelah keinginan besarnya telah dikabulkan olehnya.
Cacha masih ingat betul godaan yang Haris layangkan padanya kala itu. Katanya, Cacha selayaknya balita saja yang jika meminta sesuatu harus dikabulkan---persis seperti perumpamaan Cacha tadi. Sungguh sial, Haris memang benar-benar menganggapnya selayaknya balita. Pun godaan Haris saat itu terdengar sarkas memang, tapi Cacha tahu jika Haris hanya sebatas menggodanya tanpa ada niat busuk di baliknya. Dulu juga Haris sempat berkata bahwa Cacha yang bertingkah kekanak-kanakan itu terlihat sangat manis dan lucu di matanya. Dulu sih Cacha senang dipuji begitu, tapi semakin bertambahnya usia ---atau tepatnya semenjak perasaan bernama 'cinta' mampir dan ikut mewarnai hidup Cacha--- Cacha inginnya itu benar-benar dianggap sebagai wanita dewasa. Sebab menurut pemikiran Cacha, jika dirinya ini terus dipandang seperti anak kecil bisa-bisa Cacha juga tidak diijinkan berpacaran selayaknya dia ketika SMA.
Ya, Saat itu seingat Cacha Alka pernah menjadi korban tuduhan tidak beralasan dari Ambar yang mengira bahwa Alka adalah pacar Cacha dan meminta Cacha untuk segera memutuskan hubungan keduanya dengan dalih 'Cacha masih kecil'. Dalih itu diambil tepat setelah Ambar ditinggalkan tanpa pamit oleh Rama. Jika diibaratkan mungkin bentuk usaha Ambar agar Cacha tidak memiliki nasib senaas dirinya. Meskipun dalih yang Ambar gunakan sangat berbanding terbalik dengan kenyataan. Faktanya kan saat itu Ambar pernah berpacaran ketika SMA, dan Cacha jelas saja tidak terima dengan segala dalih Ambar atas larangannya itu, meskipun setelahnya Cacha bisa memahaminya dibantu oleh penjelasan dari Melinda.
Pengalaman yang pernah Cacha alami itu sudah cukup untuk membuat Cacha kesal meskipun apa yang dikatakan Ambar ada benarnya juga, dirinya memang masih kecil saat itu. Tapi sekarang, masalahnya itu, Cacha sudah dewasa dan kemudian dia sudah mengenal cinta, benar-benar cinta yang berhasil membuat hati Cacha berdesir dan bahagia. Kalau seandainya mereka masih menganggap dirinya selayaknya anak kecil, maka kejadian seperti dahulu pasti tidak akan terelakkan lagi.
Tidak, tidak. Pokoknya Cacha tidak mau sampai kejadian seperti itu terjadi lagi. Sebab semua yang Cacha lakukan bahkan sampai membela-belakan diri meminta sepeda pada Sita kemarin itu, semata-mata agar hubungannya dengan Ilham memiliki kemajuan yang ditandai oleh berpacaran.
Pun dirinya yang membela-belakan diri untuk menggowes sepeda berpuluh-puluh meter seperti ini akan sia-sia begitu saja jika pada akhirnya Ambar tidak mengizinkannya berpacaran dengan dalih 'Cacha masih kecil' disusul oleh persetujuan dari Haris plus dari Melinda yang akan ikut menyetujui apapun pendapat calon suaminya itu.
Ah seandainya saja sepeda itu dibelikan oleh Sita, Sita tidak akan seperduli itu untuk menggoda Cacha. Paling-paling hanya mengatakan kata-kata ketus yang sudah biasa bagi Cacha. Dan Cacha pun pastinya tidak akan sampai berpikir sejauh ini.
Meskipun begitu, Cacha tetap harus berterimakasih pada Haris. Sebab Haris juga Cacha bisa segera merealisasikan rencana pendekatannya dengan Ilham. Seandainya Haris tidak membelikan sepeda untuk Cacha dan hanya mengandalkan Sita yang sepertinya akan mengingkari janjinya, pastinya momen yang akan terjadi dihari ini tidak akan pernah ada.
KAMU SEDANG MEMBACA
COLORS (✓)
Fiksi Penggemar(Completed) Local Fanfiction Cast : Gfriend and Seventeen Percintaan | Keluarga | Persaudaraan | Drama COLORS Sinopsis : Kehidupan keluarga Senandika terlihat begitu sempurna meskipun tanpa kehadiran sosok seorang Ibu. Sang Ayah yang notabennya ada...
