Goresan 21 : Manis dan Pahit

272 50 17
                                        

Waktu makan siang telah tiba bertepatan dengan jam istirahat untuk Raya. Meskipun begitu, Raya harus rela mengundur sejenak waktu istirahatnya lantaran harus memberikan perawatan penuh untuk pasien nomor satunya.

Ya, Ibu Ratih.

Raya harus lebih dulu membawa menu makan siang untuk Ibu Ratih, memastikan Ibu Ratih memakan menu makan siangnya, meminum obatnya, dan juga istirahat setelahnya.

Meskipun terlihat sibuk bukan main sampai rela mengundur waktu istirahatnya tapi sejujurnya pekerjaan Raya akhir-akhir ini tidak sesibuk biasanya, tidak seberat biasanya juga. Malah menurut Raya lebih ringan ketimbang sebelum dia diberi tanggungjawab merawat Ibu Ratih. Tidak, Raya belum sampai dikatakan perawat pribadi Ibu Ratih yang benar-benar merawat Ibu Ratih saja, Raya masih memiliki tanggungjawab merawat pasien yang berada di bangsal khusus anak-anak saja sesuai perintah dari kepala perawat. Merawat anak-anak pada dasarnya lebih berat ketimbang merawat orang dewasa kan? Hanya saja akhir-akhir ini rumah sakit sedang tidak menerima banyak pasien anak-anak sehingga secara tidak langsung sebenarnya akhir-akhir ini khususnya hari ini Raya tidak memiliki tugas lain selain merawat Ibu Ratih.

Entah kali ini berkat Ayah Hendra dan Ayah Senan atau memang hanya kebetulan saja.

Setelah selesai memakan menu makan siangnya. Raya segera memberikan beberapa butir obat yang dokter resepkan disusul oleh segelas air putih untuk Ibu Ratih. Ibu Ratih sendiri hanya menurut saja pada Raya, mulai dari makan sampai ke bagian minum obat. Setelah meminum obatnya Raya meminta Ibu Ratih untuk istirahat agar beliau segera keluar dari rumah sakit.

Meskipun Raya masih baru sekali merawat Ibu Ratih, tapi Raya sudah mendapatkan banyak informasi mengenai Ibu Ratih. Informannya sendiri adalah Kirana, selaku anak pertama Ibu Ratih. Informan terpecaya yang benar-benar ramah pada Raya.

Ya, Kirana memang sudah tahu bahwa Raya dijodohkan dengan Restu. Kirana bahkan dengan jujur mengatakan pada Raya bahwa dia baru saja tahu semalam, Kirana juga mengaku kalau dia cukup terkejut dengan keputusan Ayahnya yang ternyata disetujui oleh Restu.

Awalnya, saat Raya mendengar kejujuran Kirana tersebut Raya agak takut Kirana bersikap berbeda padanya mengingat bagaimana reaksi Kirana saat tahu bahwa Raya dijodohkan dengan Restu, belum lagi fakta bahwa sejak awal Kirana terlihat mendukung hubungan Restu dan Ambar, tapi faktanya Kirana bukanlah orang yang seperti itu.

Dengan tangan terbuka Kirana menerima Raya yang notabenenya akan menjadi calon adik iparnya. Kirana juga sempat bilang kalau dia sebenarnya mendukung apapun keputusan Restu. Dan saat Restu memutuskan untuk tidak menolak perjodohan itu maka Kirana tidak punya sedikitpun alasan untuk tidak ramah pada Raya apalagi sampai menjadi pihak yang tidak setuju akan keputusan yang Restu ambil. Menurut Kirana, adiknya sudah cukup dewasa untuk membuat sebuah keputusan sebesar itu dan lagi adiknya pasti jauh lebih tahu apa yang terbaik untuk dirinya sendiri, dan sebagai seorang kakak memang sudah seharusnya memberikan dukungan pada adiknya kan, terkecuali jika sudah menyangkut soal keselamatan barulah Kirana bertindak.

Harus Raya akui bahwa dia merasa sedikit iri dengan hubungan kakak beradik yang terjalin diantara mereka. Memang bisa dikatakan mirip dengannya dan Kanaya, tapi masalahnya sekarang ini Raya bukan hanya memiliki satu orang adik saja. Masih ada tiga adiknya yang lain meskipun berstatus tiri dan sejauh ini Raya hanya bisa akrab pada Cacha saja.

Atas dasar itu juga Kirana tidak segan memberitahukan beberapa hal pribadi mengenai keadaan Ibu Ratih. Ibu Ratih memang memiliki penyakit jantung, tapi tidak sampai parah sekali sampai-sampai harus dirawat intens di rumah sakit. Sekali lagi tidak kok. Ibu Ratih malah terlihat seperti orang sehat pada umumnya, hanya saja beliau memang tidak boleh sampai kelelahan. Jika beliau terlalu kelelahan beliau bisa langsung drop dan berakhir mendekam di rumah sakit seperti saat ini. Terhitung ini adalah hari ke tujuh Ibu Ratih dirawat di sini.

COLORS (✓)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang