Indigo merupakan sebutan untuk warna biru keunguan.
Filosofi Warna indigo: melambangkan kehangatan dan kenyamanan, juga mengartikan kesederhanaan yang nampak padanya, warna ini menunjukkan pasrah, berserah diri, dan menerima apapun yang terjadi serta melambangkan cinta dan kasih sayang.
.
.
.
.
Sebulan sejak Melinda keluar dari rumah sakit, mereka semua kembali disibukkan dengan aktivitas masing-masing. Ayah Senan yang kembali disibukkan dengan karirnya sebagai dosen Fakultas Kedokteran, serta anak-anaknya yang juga disibukkan dengan aktivitas mereka masing-masing. Seperti Melinda yang kembali mengajar di sekolah setelah hampir sebulan dia mengambil cuti untuk proses recovery pasca kecelakaan, kemudian Raya dan Ambar yang disibukkan dengan aktivitas sebagai perawat dan dokter di rumah sakit Ayah Mahendra, lalu Sita yang sedang sibuk-sibuknya mengurus restoran, Kanaya yang tetap pada pendiriannya untuk menjadi pengasuh Fabian, dan terakhir Cacha yang baru saja mendapatkan jatah libur kuliah setelah seminggu sebelumnya dia melewati Ujian Akhir Semester.
Semua kegiatan sehari-hari mereka sudah berjalan dengan normal bahkan kali ini tanpa perasaan tidak nyaman dihati mereka. Mereka yang mulai menerima keberadaan satu sama lain. Paling-paling yang membedakan adalah Si kembar Raya dan Hana ---Hana yang pada akhirnya tetap memilih menggunakan nama Melinda tersebut--- yang sibuk mempersiapkan pernikahan mereka yang hanya tinggal menghitung hari.
Ya, Melinda memang sengaja tetap menggunakan nama tersebut karena dia merasa itulah identitasnya sejak kecil. Meskipun Melinda tidak keberatan juga jika siapapun nantinya akan memanggilnya dengan nama 'Hana'.
Ada banyak alasan yang mendasarinya, bukan lantaran Melinda yang merasa kalau namanya yang sekarang lebih baik ketimbang 'Hana'. Tidak, tidak sama sekali. Baginya dua nama itu sama baiknya untuk dirinya, terlebih diberikan oleh dua wanita hebat yang pernah hadir ke dalam hidupnya.
Hanya saja, sudah terlalu lama Melinda menggunakan namanya ini. Dua puluh tujuh tahun lebih Melinda hidup dengan nama 'Melinda' sehingga wajar jika ada begitu banyak hal yang sudah melekat pada nama tersebut, termasuk dokumen-dokumen penting sejenis KTP dan sebagainya. Pada intinya meskipun Melinda tetap pada namanya yang sekarang, Melinda tidak akan lupa siapa dirinya yang sebenarnya. Bahwa dirinya pernah terlahir sebagai Hana, nama indah dari Sang Ibu yang telah tenang dialam sana.
Kembali pada kesibukan Raya dan Melinda dalam menghadapi acara pernikahan yang rencananya akan segera diselenggarakan di rumah Ayah Senan. Memang, pada akhirnya tidak ada perubahan untuk tanggal pernikahan Raya-Melinda beserta pasangan mereka masing-masing. Ini semua atas dasar kesepakatan Melinda yang notabenenya baru benar-benar dinyatakan pulih pasca kecelakaan tunggal sebulan lalu. Padahal sebelumnya Raya dan Restu tidak keberatan sama sekali jika pada akhirnya pernikahan mereka harus diundur. Namun menurut Melinda acara pernikahan mereka ini sudah direncanakan sejak jauh-jauh hari. Ada banyak persiapan yang diam-diam dicicil oleh Melinda, sehingga dibandingkan membiarkan semuanya berantakan karena pernikahan yang mendadak diundur, dirinya dan atas dasar kesepakatan Raya juga memutuskan untuk tetap menikah ditanggal yang telah ditentukan dan bersedia bekerja ekstra memenuhi segala kebutuhan pernikahan di waktu-waktu yang terbatas yang mereka miliki.
Untungnya pekerjaan mereka kali ini dibantu oleh keluarganya yang sekarang berubah kompak. Sekat-sekat kesalahpahaman, canggung dan benci semuanya mulai memudar dan menghilang seiring waktu berlalu, terkecuali masih adanya rahasia tentang status asli Melinda dimata Cacha. Biarlah semuanya menjadi rahasia untuk Cacha sampai selama-lamanya. Tidak adil memang tapi jika ini adalah keputusan yang lebih baik kenapa juga mereka tidak memilihnya?
KAMU SEDANG MEMBACA
COLORS (✓)
Fiksi Penggemar(Completed) Local Fanfiction Cast : Gfriend and Seventeen Percintaan | Keluarga | Persaudaraan | Drama COLORS Sinopsis : Kehidupan keluarga Senandika terlihat begitu sempurna meskipun tanpa kehadiran sosok seorang Ibu. Sang Ayah yang notabennya ada...
