24🍰

25.1K 6.4K 5.8K
                                        



HAPPY 300K!






24. Bola


Dilla keluar dari kamar mandi dengan rambut basah, ia kemudian berjalan menuju lemari dan berganti pakaian. Setelah itu kembali ke meja belajar, membuka kisi-kisi untuk ujian besok.

Sesekali ia membuk website universitas luar negeri dan apartemen yang bagus di Paris nanti, membayangkan dirinya suatu saat nanti ke sana.




Jari Dilla berhenti bersamaan dengan ekspresinya yang berubah saat grub kelas sepi.



Tapi bukan itu yang dia maksud.


Dilla tidak tau apa yang terjadi pada dirinya, akhir-akhir ini. Banyak hal yang menurunkan semangatnya menjalani hari sehingga perasaannya selalu murung.

"Tes tes satu dua tiga, Dill udah tidur???"

"Dillong... main yuk,"

"DILL BALES SEKARANG DARURAT!"

"Dilla nanti nggak usah dianter Kai gue jemput aja ya."

"Dill,"

"Dill, lo tau nggak kenapa kalo lagi naik motor kita kayak diikutin bulan?"

"Gue lagi jalan-jalan sama Rayya HEHEHEH."



Dilla terdiam lama, merasa aneh kenapa ia harus membuka isi chat cowok tengil itu.

"Fokus, Dill." ucap cewek itu sambil meletakkan hpnya, ia kemudian membuka buku dan mendekatkan wajah untuk membaca isinya.





Ting!






Dilla langsung meraih hpnya.




Bianca : kapan" belajar bareng yu?


Ekspresi Dilla langsung berubah, ia meletakkan hpnya di meja seraya mendengus.


🥛🍰🥛🥛🍰


"YA TUHAN AKHIRNYA UJIAN SELESAIIII."



Berarti sudah satu minggu lebih, Ale maupun Dilla tidak berkomunikasi. Serasa menjadi orang asing yak tak kenal satu sama lain.

Anak-anak juga sadar akan hal tersebut tapi mereka tak berani menegur dan memperkeruh suasana. Ale pun berusaha menyibukkan dirinya untuk belajar ujian dan mengurus pesanan dessert.

Semua terasa seperti saat awal berteman, mereka tidak dekat. Walau satu ruangan di kelas, kantin atau saat bermain pun keduanya tak ada yang bertukar omongan.

"Guys, ke yakiniku yuk udah lama nggak kesana," ajak Zia. "Sekalian anniv gue sama Nathan yang ke tiga minggu, cielahh lima minggu."

"Dih per minggu ngerayaiin anjir udah kayak bocil facebook," ledek Ale.

"Iri?" tanya Nathan di kursi belakang.

"Gue? Iri?" Ale tertawa heran. "Ya iyalah."

"Guys ayok Zia mau nraktir," panggil Luna menarik Dilla dan Nayya agar segera berdiri. "Ayo kita makan makan, please gue udah muak sama ujian tadiii."

"Dill, ikut?" tanya Nayya. "Lo katanya ada janji kan sama Kai."

Dilla berdeham, ia kemudian menggeleng. "Tar malem perginya,"

"Jadi bisa ikut kan??" tanya Zia.

Dilla mengulum bibir, tidak tau kenapa harus berbohong hanya untuk pergi makan-makan padahal dia sudah sering menolak. "Hm iya,"

What Are We? ( AS 7 )Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang