Awalnya, Ale yang tengil ini cuma sibuk belajar bagaimana cara menumpuk layer dessert agar rapi bentuknya, eh begitu ketemu manusia jutek nan cuek kayak Dilla, mendadak dia pengen belajar cara menumpuk harapan agar bentuk cintanya rapi.
"Dill, sukan...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
20. Efforts.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Dilla sudah berada di meja belajar lebih dari tiga jam. Membaca, memahami, mencatat dan mendengarkan materi sampai kedua matanya pegal. Gadis itu pun istirahat sebentar dan merenggangkan otot-ototnya.
Ia membuka buku diarinya, memandangi banyak daftar yang ingin ia capai. Membayangkan suatu saat nanti akan terjadi di hidupnya.
Ting!
Dilla melirik hpnya.
Ting!
Ting!
Luna : girls ayo vidcall kgn nich
Nayya : kuy
Zia : gas
Dilla mau tak mau mengangkat panggilan masuk dari mereka untuk melakukan video call. Kebiasaan yang dipaksa oleh Luna setiap malam.
"AAAA BUNDAAA KANGEN BANGET," rengek Luna. "Sumpah ya sekangen itu nggak boong."
"Aaa sama," Nayya mencebikan bibirnya.
"Pulang kapan sih, Bun??" tanya Zia. "Jogja semenarik itu, ya?"