Awalnya, Ale yang tengil ini cuma sibuk belajar bagaimana cara menumpuk layer dessert agar rapi bentuknya, eh begitu ketemu manusia jutek nan cuek kayak Dilla, mendadak dia pengen belajar cara menumpuk harapan agar bentuk cintanya rapi.
"Dill, sukan...
"Orang kayak lo nggak pantes bahagia sama siapapun."
"Karma itu ada."
"LO NGGAK PANTES BAHAGIA!!"
Dilla terbangun dengan mata melebar, dahinya tampak bercucuran keringat, matanya agak memerah dan rahangnya mengeras kaku.
Ia kemudian memejamkan matanya, mengeluarkan beberapa tetesan bening yang terasa hangat sampai di pipi. Kedua tangannya meremas sprei kuat-kuat selagi mengatur napas.
Ia kemudian duduk, menatap lemari di depannya dengan tatapan kosong. Mimpu buruk lagi.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.