chapter 7

2.7K 175 8
                                        

Happy reading semua..
Maaf ya up nya telat🙏

[][][][][]

Pagi kini Aldebaran sudah bersiap-siap untuk berangkat ke kantor nya. PT Aldebaran sejahtera kantor yang ia bangun sendiri.

Aldebaran turun dari tangga berniat untuk sarapan terlebih dahulu, namun langkah nya terhenti kala mendengar Andin sedang berbicara lewat sambungan telepon dengan seseorang di balik pintu dapur.

"Mas Al baik kok pah, papah tenang aja gausah khawatir berlebihan"

Jantung nya berdetak kencang, Aldebaran terus mendengarkan ucapan Andin yang memuji nya dari balik pintu.

Ada rasa yang tak bisa di artikan dalam diri Aldebaran, senyum nya perlahan terbit namun segera ia pudarkan.

Apaan sih Al gitu aja geer kata Aldebaran lalu melangkah pergi, niat ingin sarapan terlebih dahulu sudah hilang.

Sementara itu Kiki yang melihat Aldebaran ingin kedapur namun malah pergi merasa heran, Kiki menggaruk kepala nya yang tak gatal.

"Mas Al kenapa toh?"tanya nya pada diri sendiri.

"Kenapa Ki?"ucapan yang membuat Kiki menoleh" eh anu mba, tadi Kiki liat mas Al mau masuk ke dapur tapi malah pergi sambil senyum-senyum gitu kayak orang gila".

Andin terdiam, apakah Aldebaran mendengar semua ucapan nya? Namun ia masa bodo mau Aldebaran mendengar suara nya atau tidak.

"Trus sekarang mas Al nya kemana Ki?"tanya Andin" ouh tadi mas Al nya udha keluar mba".

Andin lalu mengangguk, setelah itu ia izin keluar untuk menyirami tanaman yang ada di halaman luas rumah Aldebaran.

Rumah Aldebaran terbilang sangat besar dan mewah, rumah nya pun bersih dan Asri.

Apakah aku akan selamanya tinggal di sini?Batin Andin.

"Hallo Andin"

Andin menoleh saat namanya di panggil, mata nya membulat tak percaya" yaampun papah"

Andin lalu memeluk pak Surya, sudah seminggu ia tak bertemu dengan pak Surya. Surya pun membalas pelukan hangat anak nya.

"Papah ngapain ke sini?"kata Andin sambil melepaskan pelukannya.

"Emang gak boleh gitu ketemu anak sendiri" balas Surya sambil tertawa, Andin pun terkekeh.

"Ayo masuk pah aku buatin teh ya pah"

*****
Sementara Aldebaran,kini ia tengah duduk di ruangan kerja nya. Sedang sibuk membuka berkas berkas.

Pintu terbuka tanpa di ketuk, menunjukan gadis bercelana jeans biru ketat serta keatasan berwarna biru muda.

Wajah nya terlihat menyebalkan, Elsa berjalan dengan menghentak hentakan high heels nya.

Aldebaran menoleh, ia menatap Elsa dengan senyuman manis yang ia miliki. Sedangkan Elsa mendelik tak suka.

"Kenapa?"tanya Aldebaran lembut.

"Kenapa kemarin kamu tinggalin aku? Kamu tau aku khawatir sama kamu" ucap Elsa dengan nada mengdramatis.

"Yaudah saya minta maaf"kata Aldebaran.

MY HUSBAND IS MY DREAM (END)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang