Happy reading 🥀💙
[][][][][]
Pak Surya mengusap rambut Andin lembut. Setelah tadi menangis Andin langsung tertidur di pinggir brankar.
"Ndin"
Andin sedikit terusik,lalu ia membuka matanya perlahan melihat sekitarnya.
"Loh pah aku ketiduran?"
Pak Surya mengangguk, matanya beralih pada pintu ruangan yang di buka. Tampak mama Sarah masuk namun dengan wajah datarnya.
"Mama habis dari mana?" Ucap Andin. Ia baru sadar jika Aldebaran dan mama Sarah sedari tadi tidak ada.
"Habis dari luar beli makanan" kata mama Sarah sambil melihat kan paper bag berisikan makanan. Memang tadi setelah berbicara dengan Aldebaran ia langsung menuju kantin rumah sakit untuk membeli makanan.
Andin dan pak Surya mengangguk. Mata Andin melihat ke arah pintu. Tampak Aldebaran masuk dengan senyum manisnya.
"Pah ndin"
"Kamu habis dari mana mas?" Tanya Andin. Sedikit curiga.
Aldebaran beralih menatap Andin "tadi Rendy nganterin berkas yang harus saya tanda tanganin trus saya simpen dulu di mobil biar gak repot"
"Loh tadi bukannya mama sama Al keluar bareng ya?"
Aldebaran dan mama Sarah saling menatap berusaha mencari alasan "ouh tadi mama ke kantin trus saya ke parkiran, kebetulan sama kan arah jalannya"
Pak Surya mengangguk meski demikian ia merasa ada yang di sembunyikan dari Aldebaran.
"Andin mending kamu pulang aja, papa baik baik aja lagian ada mama" pinta pak Surya. Andin menggeleng "aku nungguin aja di sini"
"Tap-"
Tringg...tringg...
Ponsel Andin bergetar, ia lalu melihat telepon tersebut ternyata mama Rosa yang menelepon nya.
Andin menatap pak Surya sebagai izin untuk menerima telepon.
"Hallo mah ada apa?"
"Hallo Andin. Kamu di mana? Kiana mencari kamu" kata mama Rosa.
Andin menepuk jidat, dia melupakan kiana pasti anak itu kini tengah menunggunya.
"Yaampun mah maaf aku lupa. Ini aku masih di rumah sakit nemenin papa, soal kiana sekarang aku pulang mah"
"Yaudah Andin. Mamah matiin ya jangan lupa ada salam dari mamah untuk pak Surya"
"Iya ma, assalamualaikum"
"Waalaikumsalam"
"Kiana? Siapa Andin?" Tanya pak Surya heran. Andin tersenyum "anak kecil yang aku temui di jalan pah"
"Kamu mengadopsi anak?"
Andin menggaruk tengkuknya"euum enggak pah, aku juga masih bingung"
Pak Surya mengangguk" yaudah kamu pulang saja kiana pasti mencari kamu Andin"
"Tapi papa gapapa aku Tinggal?"
"Gapapa ndin, lagian papa gak separah itu" Andin mengangguk "tapi kalau ada apa apa telepon aku ya pah"
Pak Surya mengangguk.
*****
Di dalam mobil hening. Sudah biasa bagi Aldebaran dan Andin. Aldebaran pokus dengan jalanan di hadapannya sedangkan Andin pokus pada kaca jendela yang sengaja ia buka.
Mata Andin memicing melihat taman yang ia lewati. Ia melihat sosok yang tak asing, Haris dan Elsa.
Ya ia sangat mengenal bentuk wajah kedua orang tersebut. Kenapa mereka bisa bersama? Apa ini ada hubungannya dengan dirinya?
KAMU SEDANG MEMBACA
MY HUSBAND IS MY DREAM (END)
Romance⚠️ PLAGIAT MENJAUH⚠️ ❗Karya sendiri ❗ ⚠️No copas⚠️ ⚠️ Hargai penulis ⚠️ Sebelumnya perkenalkan saya Keisha Nurul azni biasa di panggil Caca atau Keisha. Ini cerita haluan saya dan saya buat ini dengan hasil pemikiran sendiri. Cerita ini juga pernah...
