Happy reading ✨
[][][][][]
Beberapa bulan kemudian...
"Ayo Bu, sedikit lagi keluar."
"Tahan nafas -"
"Buang..."
"Ayo Bu sedikit lagi, kepalanya sudah keluar."
"Ayo Bu satu tarikan lagi."
"Akhh....."
"Eak,eak,eak...." (Anggap suara bayi aja y bund)
"Allahamdulilah, bayi nya laki laki."
Aldebaran mengusap keringat Andin yang membanjiri kening Andin. Andin berucap syukur dalam hati saat bayinya selamat.
Aldebaran sudah menangis haru di tempat, rasa tangis, senang, haru bercampur semua.
Suster datang dengan bayi yang sudah di bungkus kain, ia lalu menyerahkannya pada Andin.
"Hallo anak mama." Sapa Andin dengan suara bergetar.
Aldebaran lalu memeluk Andin dan anaknya. Berucap syukur dalam hatinya, dirinya lalu memangku anaknya.
"Anak nya bisa langsung di adzanin ya Bu pak."
Aldebaran mengangguk, dirinya lalu mulai melakukan adzan. Suara merdu campur bergetar bersatu. Dirinya melakukannya tepat di hadapan suara anaknya tersebut.
Setelah selesai, dirinya lalu menciumi wajah anaknya. Mengusap wajah bayi mungil tersebut.
"Halo anak papa, sehat sehat ya sayang."
Andin sudah menangis di belakang, dirinya terharu saat Aldebaran melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur'an.
Tiba tiba, dari balik pintu datang seorang wanita paruh baya dengan satu anak kecil di genggamannya.
"Ma."
"Al, bagaimana? Anaknya baik baik saja?" Ucap mama Rosa.
Aldebaran mengangguk, dirinya lalu memperlihatkan bayi mungil tersebut di hadapan mama Rosa.
Mama Rosa tersenyum, dirinya mengusap wajah anak tersebut. "Sangat tampan, lihatlah Al hidung dan matanya persis seperti mu. Sedangkan kulit dan bibirnya mirip sekali dengan ibunya."
Aldebaran mengangguk, dirinya menatap wajah damai milik anaknya itu. Benar, mata dan hidungnya mirip dengan dirinya sedang kulit dan juga bibir itu adalah cetakan ibunya."
Mama Rosa lalu beralih pada Andin, dirinya mengusap pucuk kepala Andin. "Selamat ya sayang, mama turut bahagia." Ucap mama Rosa.
Andin tersenyum, "makasih ma, berkat mama juga aku Sampai kesini tepat waktu."
Flashback on.
Andin dan mama Rosa tengah berada di dapur, mereka terlihat tengah berbincang bincang ringan sekaligus membicarakan calon buah hati.
"Mah, kok perut aku mules ya."
Mama Rosa sontak terkejut, "Andin? Kamu kenapa?"
KAMU SEDANG MEMBACA
MY HUSBAND IS MY DREAM (END)
Romance⚠️ PLAGIAT MENJAUH⚠️ ❗Karya sendiri ❗ ⚠️No copas⚠️ ⚠️ Hargai penulis ⚠️ Sebelumnya perkenalkan saya Keisha Nurul azni biasa di panggil Caca atau Keisha. Ini cerita haluan saya dan saya buat ini dengan hasil pemikiran sendiri. Cerita ini juga pernah...
