chapter 26

2.6K 217 23
                                        

Happy reading ✨🥀
[][][][][]

"Terimakasih"

Haris mengangguk, berniat meninggalkan rumah sakit namun Aldebaran lebih dulu memegang pundaknya.

"Tunggu dulu" ucap Aldebaran datar. Haris menoleh menatap Aldebaran dengan tatapan datar juga.

"Kenapa?" Tanya Haris.

"Kenapa anda bersekongkol dengan Elsa?" Haris tersenyum. "Gak harus gue jelasin juga kan?"

Aldebaran menajamkan tatapannya. Bagai elang yang ingin menerkam mangsanya "saya harus tahu. Kok bisa anda bersekongkol dengan wanita seperti Elsa yang sangat berbisa dan licik"

"Karena gue cinta Sama dia. Kenapa? Kaget? Dari dulu gue udah suka sama Elsa"

"Tapi gue malah kecolongan. Dan Lo tahu siapa yang ngambil hati Elsa?"

Aldebaran terdiam. Ia tahu yang di maksud Haris pasti adalah dirinya, tangan kanan Haris mengepal kuat.

"Ya orang itu Lo. Aldebaran alfahri. Tapi gapapa setidaknya sekarang Lo udah gaada hubungan apa apa lagi sama Elsa" kata Haris santai.

"Jujur gue dendam sama Lo sampai sekarang. Karena kenapa? Karena gara gara Lo gue gak bisa bahagiain Elsa!!" Haris menekankan ucapannya pada kata 'bahagiain'.

Aldebaran tersenyum "lalu kenapa istri saya yang menjadi korbannya. Kalau anda memang benci saya anda bisa membunuh saya Sekarang Juga" balas Aldebaran sangat santai. Bahkan raut wajahnya terlihat sangat menantang.

"Kalau gue bunuh Lo Elsa pasti bakal benci sama gue. Jadi biar istri Lo aja"

Bugh

Bugh

"Sialan anda"

Haris tersungkur. Kali ini ia tidak bisa melawan Aldebaran karena kondisi badannya yang malah melemah.

"JANGAN LIBATKAN ANDIN DALAM MASALAH SAYA DAN ANDA MAUPUN ELSA!!"

Rendy datang dari arah berlawanan. Ia menahan Aldebaran yang hampir memukul haris kembali.

"Pak...sudah pak!! Ingat pak ini di rumah sakit" kata Rendy mencoba menenangkan Aldebaran.

Aldebaran menarik napas panjang lalu menghembuskan nafasnya perlahan. Matanya menatap Haris yang masih diam di bawah lantai sembari memegang ujung bibirnya yang mengeluarkan darah segar.

"Sejujurnya saya tadi ingin berdamai dengan anda. Namun anda yang membuat saya seperti ini kembali"

Haris diam. Mengabaikan ucapan Aldebaran, kini tenaganya habis ia sudah tidak kuat untuk bergerak apalagi berbicara.

Rendy lalu membantu Haris untuk berdiri. Setelah ini ia akan membawa Haris ke kantor polisi prajalima.

*****
"Bagaimana istri saya? Bagaimana kondisinya?"

Dokter tersenyum "Alhamdulillah. Bu Andin sudah baik baik saja, mungkin sebentar lagi ia akan sadar"

Aldebaran tersenyum lalu menjabat tangan dokter "terimakasih dok. Terimakasih"

Dokter tersenyum, lalu meninggalkan Aldebaran dan juga mama Rosa. Mama Rosa juga senang mendengar kabar bahwa Andin sudah siuman.

"Mah"

"Kamu masuk dulu saja. Mama mau menemui kiana terlebih dahulu" kata mama Rosa. Aldebaran mengangguk lalu ia memasuki ruangan Andin.

Tampak di sana Andin masih terbaring lemas. Mukanya pun masih pucat, perlahan Aldebaran mendekati brankar Andin.

MY HUSBAND IS MY DREAM (END)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang