44. Reza Usil Alvaro

521 36 2
                                        




Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.






44. Reza Usil Alvaro







Dress putih selutut, flat shoes gading, tas selempang yang senada serta rambut bergelombang yang di kuncir. Aurel terlihat manis sekali dengan riasan tipisnya yang segar. Gadis itu mengendarai mobilnya sambil bersenandung pelan mengikuti musik yang terputar. Rencananya hari ini ia mau mengantar Luna ke bandara. Semalam cewek itu menelfonnya, meminta Aurel menjadi sopir karena orang tuanya sedang ke luar kota dan Aurel juga tidak sedang sibuk. Ya, Luna akan kembali ke London hari ini.

"Langsung ke bandara atau mampir makan dulu?"

"Langsung aja. Penerbangan gue setengah jam lagi. Emang lo laper?"

Aurel memiringkan kepala menimbang, "Enggak juga sih. Ya udah ayo."

Mereka masuk ke mobil setelah memasukkan koper Luna ke bagasi. Rencananya setelah mengantar cewek itu Aurel hendak bertemu Bima. Cowok itu kembali memaksanya untuk jalan bersama, kali ini nonton film. Aurel merasa tidak enak jika terus menolak. Cika dan Dea juga terus merecokinya. Membuat Aurel pusing tujuh keliling.

"Lo lama banget di indo anjir. Ini liburan apa cuti lahiran?"

"Yee... namanya juga kangen rumah."

"Ya ya ya ... terserah. Oya, jangan lupa salam dari gue buat yang lain."

"Nanti gue sampein."







🎭⏳🎭⏳









Di tempat berbeda keluarga Alvaro minus sang kepala keluarga sekarang tengah berkumpul di ruang tengah. Desi sudah rapi berpakaian hendak keluar. Sedang kedua anak muda berinisial R terlihat bermalas-malasan di sofa dengan baju rumahan ala kadarnya, celana cargo selutut dan kaos pendek hitam. Sekilas sudah seperti anak kembar saja mereka.

"Reza udah lunch?"

"Siapa, Ma? Reza?" Reza bertanya polos sambil mengalihkan tatapan dari benda persegi di tangannya.

"Ya kamu lah. Masa iya mama ngomong sama meja."

"Soalnya kan ada Rega juga."

"Rega udah tadi bareng Mama. Kamu kan baru dateng sekolah."

"Oh ... udah kok. Abis ganti baju Reza langsung makan." Jawab Reza sembari fokus mentap handphone-nya lagi.

"Yaudah, Mama pergi dulu ya. Kalian dirumah baik-baik jangan berantem terus, Mama pusing dengernya."

Rega dan Reza sama-sama menoleh, "Kan abis ini mama pergi." Mereka menyahut bersamaan. Salin menatap kemudian mengangkat alis bangga.

"Oh, iya sih." Desi mengangguk-angguk, baru sadar atas apa yang ia katakan, "Ya udah deh terserah kalian. Pokoknya jaga rumah baik-baik, jangan diberantain kasian si Mbok yang beresin."

Regaurel [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang