#1 London
#1 Nerd
#3 Falling
#4 Kakel
.
Cantik, pintar dan kaya. Semua dimiliki sosok Aurelin Caezilia Adrian. Hanya saja gadis tersebut punya alasan lain kenapa semenjak menginjakkan kaki di sekolah barunya ia malah merubah penampilan menjadi seora...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
18. Rega, Where are u?
"AARRGH!!" Rega meninju setir dengan kuat. Ia kecewa, marah dan merasa bodoh.
'Gue udah kasih kepercayaan dan lo ngehancurin semua!'
'Dari dulu harusnya gue gak kenal lo kan?'
'Gue...paling benci dibohongin, Aurel. Dasar penipu!'
Mobil itu melaju diatas kecepatan 120km/jam. Rega terlambat tau ada seseorang yang hendak menyebrang di jalanan sepi itu. Setelah berfikir sesaat karena cara menghindari kenaasan tersebut hanya satu Rega akhirnya membanting setir ke kanan, menerobos pembatas jalan dan langsung menginjak rem meski sedikit terlambat hingga berakhir dengan bempernya yang menabrak pohon besar di pinggir jalan.
Brakk!
⏳🎭⏳🎭
"Regaaa!"
Aurel terbangun dengan nafas memburu dan keringat dingin yang mengucur deras. Ia menelan saliva seraya melirik jam beker di atas nakas. Pukul 02:32 dini hari. Gadis itu menyeka rambutnya kebelakang kemudian meneguk segelas air yang sengaja di siapkan di atas nakas.
Aurel tidak akan lupa bagaimana ekspresi kemarahan Rega dalam mimpinya barusan. Mimpi itu begitu nyata sampai hatinya terasa perih mengingat tatapan menghunus Rega yang seolah begitu membencinya.
Bagaimana ini? Apakah...Rega masih mau memaafkan kesalahan Aurel?
⏳🎭⏳🎭
Pagi ini Aurel menemukan seragam baru di atas tempat tidurnya saat gadis itu baru saja selesai mandi. Tentu ia tau hal tersebut kerjaan siapa. Siapa lagi kan kalau bukan Alvin Ezardino Adrian? Akhirnya Aurel memilih memakainya tanpa protes. Sosoknya kini terlihat berbeda dari pada pagi biasanya.
"Nih, mobilnya dipake. Gak ada yg perlu di sembunyiin lagi." Alvin datang, menghampiri sang adik yang tengah duduk di meja makan lalu meletakkan kunci mobil di depan gadis tersebut. Aurel menghela nafas lemah namun, ia mencoba tersenyum pada sang kakak yang sudah begitu sabar mengurusnya.
"Aurel tau, kak. Makasih."
Alvin balas tersenyum seraya mengelus rambut Aurel penuh sayang.