#1 London
#1 Nerd
#3 Falling
#4 Kakel
.
Cantik, pintar dan kaya. Semua dimiliki sosok Aurelin Caezilia Adrian. Hanya saja gadis tersebut punya alasan lain kenapa semenjak menginjakkan kaki di sekolah barunya ia malah merubah penampilan menjadi seora...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
12. Changed
"Don, mereka baikan loh. Gue lupa ngasih tau." Rissa berucap sembari mengamati sosok Alvin dan Cika yang baru keluar dari mobil Alvin di parkiran sekolah. Dona menggeram dan menghentakkan kaki kesal. Ia benar-benar tidak mendengar kabar tentang hubungan Alvin dan Cika karena dirinya absen dua hari akibat sakit.
Melihat Dona tak jauh didepannya mengingatkan Alvin pada kejadian tidak menyenangkan itu. Cowok tersebut tanpa basa basi langsung berderap menghampiri cewek ular itu dengan tatapan marah yang kentara.
"Sialan! Lo jebak gue, heh? Tingkah lo makin gak bisa di tolerir, Don. Lo gak ada kerjaan selain ganggu hubungan orang?"
"Alvin, udah. Jangan ribut disini, ayo ke kelas." Cika menyentuh tangan cowok yang mengepal erat tersebut, dengan sedikit paksa ditariknya sosok Alvin dari hadapan Dona yang sejak tadi terus menampakkan wajah angkuh dengan kepala terdongak seolah tidak memiliki rasa takut.
“Gue peringatin lo sekali lagi, jangan pernah lo sentuh apapun di sekitar gue atau lo bakal nyesel.” Cika segera membawa Alvin pergi. Ia tidak tau Alvin masih sekesal ini meski dua hari sudah berlalu sejak kejadian menjengkelkan itu.Sampai di depan kelasnya barulah gadis dengan rambut sedikit dibawah bahu itu melepas genggamannya.
"Aku masuk. Kamu gak usah nyamperin Dona lagi, kita udah sepakat kan?" karena Cika yakin Alvin masih belum puas meluapkan kemarahannya jadi sebaiknya ia ingatkan saja agar cowok itu tidak lagi melabrak Dona. Yakin lah hal itu tidak akan ada gunanya sama sekali. Dona tetap lah Dona yang keras kepala dan terbakar obsesinya pada seorang Alvin Ezardino Adrian.
Cika melangkah memasuki kelas usai kepergian Alvin. Dilihatnya Aurel sudah duduk di bangku dan tengah fokus pada benda pipih di tangan tanpa menyadari kehadirannya.
"Hai, Adrian."
"Cika! Tuh mulut ih." Aurel merengut dan kembali fokus pada handphonenya. Cika tertawa kecil sambil mulai mengambil duduk disamping Aurel.
"Lagi apa? Sibuk banget keknya."
"Ah, ini Rega ngajakin jalan."
"SERIUSAN?!"
"Ya lord, telinga gue. Cika lo gak lagi berusaha bikin gendang telinga gue bocor kan?" Sinis Aurel sambil memberi lirikan setajam ujung tombak pada sang sahabat yang cuma cungar-cengir tak jelas.