#1 London
#1 Nerd
#3 Falling
#4 Kakel
.
Cantik, pintar dan kaya. Semua dimiliki sosok Aurelin Caezilia Adrian. Hanya saja gadis tersebut punya alasan lain kenapa semenjak menginjakkan kaki di sekolah barunya ia malah merubah penampilan menjadi seora...
"Matematika itu ilmu pasti, dan cinta itu ilmu hati."~Anonim
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
24. Aurel, jangan lompat!
Guru keluar kelas dan Cika buru-buru bangkit dari kursinya seperti baru saja menduduki bara api padahal bukan itu maksudnya. Gadis tersebut terlanjur panik karena dua jam mata pelajaran pertama dan Aurel belum juga kembali. Memang apa yang dia lakukan di toilet sampai dua jam lamanya? Berak emas?*tolong di sensor.
"Vin, Aurel bolos dari jam pertama, dia ngubungin kamu enggak?" Tanya Cika ketika telfon nya terhubung.
"Enggak. Bukannya tadi sama kamu?"
"Itu... sebelum masuk dia bilang mau ke toilet, tapi gak balik sampe sekarang."
"Bentar deh, aku telfon orang rumah, mungkin Aurel pulang karena gak enak badan."
Sehabis menghubungi Alvin Cika memutuskan untuk mencari Aurel di lingkungan sekolah. Dengan teliti ia kunjungi toilet, kantin, taman, lapangan outdoor bahkan lapangan indoor sekalipun namun cewek itu tidak menemukan keberadaan sang sahabat di manapun. Beberapa siswa berlarian sejak tadi namun tak Cika hiraukan sama sekali hingga salah satu dari mereka ada yang menghampirinya. "Cika, kok lo di sini? Lo gak nyamperin Aurel?" Tanyanya terdengar sangat serius. Cika memandang tak mengerti.
"Maksud lo? Gue dari tadi nyariin Aurel, lo tau dia di mana?"
"Aurel di rooftop, katanya mau bunuh diri." Cika melotot tak percaya. Tiba-tiba ia merasa sesak untuk beberapa saat. Itu tidak mungkin. Tapi orang ini tidak terlihat bercanda. Diwaktu bersamaan gadis itu menerima telfon dari salah satu sahabat Alvin, ia menjawabnya dengan cepat.
"Kak Tito-"
"Cika, itu beneran Aurel, Cik! Aurel ada di atas, dia mau bunuh diri!"
"Kak, lo jangan bercanda dong!"
"Astaga! Lo kenapa gak percayaan banget sih?! Gue sama Riko liat sendiri. Di sini juga udah mulai rame sama anak-anak yang lain. Gue gak mau tau, lo harus cepetan ke sini karena, kalo sampe terlambat lo jangan salahin gue. Aurel udah stand by di pinggiran itu gimana ceritanya!"
"Ih, kak Tito kok ngomong gitu sih?! Iya, ini gue udah otw. Sabar! Lo udah kasih tau Alvin kan?"
"Udah, dia juga lagi menuju ke sini."
"Oke, gue tutup." Cika mematikan sambungan kemudian sebisa mungkin dia berlari menuju sisi gedung IPA yang terlihat ramai oleh puluhan siswa yang menengadahkan kepala dan beberapa yang dengan tidak tau dirinya malah mengabadikan kejadian itu dengan ponsel. Cika mengumpat. Ia bersumpah seandainya tidak diburu dengan masalah Aurel ia akan merampas benda-benda itu dan melemparnya dari puncak monas. Peduli setan dengan ganti rugi. Hanya manusia tidak punya hati yang masih mementingkan kesenangan pribadi saat seseorang sedang dalam bahaya seperti ini.