16. Sosok lain Rega

880 52 4
                                        












Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.













16. Sosok lain Rega





"Rel, Rega telfon oy!"

"Hah?" Aurel melompat alay dari posisi tengkurapnya. Cika melirik seolah ingin muntah. Aurel tak peduli, ia terlalu sibuk melatih nada suaranya sambil menyanyikan tangga nada.

"Cepetan ish! Ini keburu mati loh. Kebanyakan gaya banget."

"Berisik!" Aurel menerima hapenya dengan senyum tertahan.

"Halo?"

Cika menempelkan telinganya dipunggung handphone Aurel. Kepo sekali dia tentang kenapa si cuek bebek Rega menelfon sahabatnya malam minggu seperti ini.

"Rel."

"Ya?"

“Gimana keadaan lo?”

“Gue udah baik-baik aja. Makasih by the way.”

"Hm. Senin besok lo sekolah?"

Aurel melirik Cika tak mengerti. Cewek itu hanya mengangkat bahu, ia juga tidak paham, kenapa Rega sampai bertanya demikian.

"I-iya, kenapa?"

"Lo gak lupa kan kalo ada yang mau lo omongin?"

"Ah, itu. Iya, gue gak lupa kok."

Hening. Aurel tidak tau apa yang Rega lakukan saat ini. Apa cowok itu tertidur? Karena, ini hampir dua men---

"Aurel."

"Mm."

"Jangan kaget sama sikap gue. Gue masih Rega yang sama."

"Eh?" Aurel bingung harus bereaksi bagaimana. Mana bisa ia tidak kaget? Gadis itu bahkan sudah tersipu malu namun berhasil menyembunyikannya dari Cika. Ck, Rega ini kenapa sih?

"Good night, Aurelin Caezilia."

“Hm, good night.”

Klik!

Celaka! Sekarang tangan Aurel bahkan berkeringat tanpa perlu berdekatan dengan Rega.

Regaurel [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang