#1 London
#1 Nerd
#3 Falling
#4 Kakel
.
Cantik, pintar dan kaya. Semua dimiliki sosok Aurelin Caezilia Adrian. Hanya saja gadis tersebut punya alasan lain kenapa semenjak menginjakkan kaki di sekolah barunya ia malah merubah penampilan menjadi seora...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
32. Panggil Mama
"Rel," Sandra mengetuk pintu kamar putrinya. Sejak kejadian di sekolah kemarin Aurel belum keluar kamar sama sekali. Tidak berbicara bahkan ketika di tatap pun dia terus menghindar. Bukan hanya anggota keluarga, Cika dan Rega pun sudah melakukan upaya terbaik agar Aurel tidak terlalu larut pada traumanya namun, tentu bukan hal mudah. Mengingat bagaimana gadis itu sampai pingsan dua kali kemarin Sandra dan semua orang di sekitarnya sebisa mungkin tidak mengungkit semua hal yang berhubungan dengan kejadian itu di depan Aurel.
Sekarang pun bungsu Adrian itu hanya duduk termenung di atas tempat tidur dengan pandangan kosong. Sandra melangkah masuk dan duduk di hadapan Aurel.
"Sayang, kamu belum makan apa-apa loh dari tadi pagi. Emh, mau mami kupasin buah?" Tanyanya tersenyum sambil mengelus puncak kepala Aurel. Gadis itu seolah tersadar dari sesuatu. Sedikit ragu ia menatap sang ibu dan memanggilnya dengan suara serak.
"Mami..." Panggilnya untuk yang pertama kali sejak kemarin.
"Mami di sini. Aurel makan ya, nak, biar mami siapin Aurel mau apa?"
Aurel menggeleng. Sandra menatap sedih pada wajah putri semata wayangnya dan berusaha kembali tersenyum.
"Di bawah ada Rega, mau ketemu kamu tapi belum mami bolehin. Kasian."
"Rega?"
"Hm, mami suruh ke atas ya?"
Aurel terlihat berfikir beberapa saat kemudian mengangguk. Sandra tersenyum dan beranjak meninggalkan kamar gadis itu. Ia turun menemui Rega yang sedang berbincang dengan Alvin di ruang tengah.
"Rega, kamu ke atas aja trus, tante minta tolong ya Aurelnya di bujuk biar makan."
Nyonya Adrian tersenyum dan menepuk pundak cowok itu sebelum berlalu menuju dapur guna mengambilkan makan siang untuk Aurel.
⏳🎭⏳🎭
Aurel memeluk lutut, menumpukan dagu di sana sambil berfikir entah apa. Pintu yang terbuka diketuk membuat ia mendongak dan menemukan Rega yang berdiri menjulang dengan nampan di tangannya.
"Aku boleh masuk?"
Aurel mengangguk saja dan kembali menunduk memainkan jemari kakinya. Rega berjalan mendekat, meletakkan nampan di nakas kemudian tanpa kata menarik tubuh kurus Aurel ke dalam dekapannya.