22. Rindu

918 60 1
                                        

"Hidup bukan pilihan tapi takdir."~Rega Alvaro







Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.














22. Rindu





Alvin menatap sang adik yang masih terlelap dengan kain kompres di kening. Semalaman badan gadis itu menggigil dengan suhu diatas rata-rata. Untungnya kata dokter hanya demam biasa karena kecapean dan pola makan yang tidak teratur.

Namun meski hal tersebut terdengar wajar Alvin tak bisa mengabaikannya begitu saja. Ia penasaran kenapa Aurel bisa seperti ini? Setaunya tugas sekolah tidak seberat itu sampai Aurel harus mengabaikan waktu makan dan istirahat. Tapi...beberapa hari terakhir ini Alvin memang jarang menemukan Aurel di rumah sepulang sekolah, ketika di tanya gadis itu hanya menjawab habis keluar dan berusaha mengalihkan topik.

"Engh..." Erangan samar terdengar ketika sosok terbaring itu menggeliat pelan. Alvin makin memantapkan tangannya diatas kening Aurel. Bersyukur karena panasnya mulai turun.

"Bangun, anak malas." Bisiknya di telinga sang adik. Sambil menahan senyum di lihatnya mata itu perlahan terbuka dan mengerjap.

"Kakak..." Panggilnya dengan suara serak.

"Hmm, udah baikan? Pusingnya gimana?"

"Ha-us."

Penuh perhatian sulung Adrian membantu adiknya untuk duduk dan minum.

"Pusing?"

Aurel mengangguk pelan.

"Kakak siapin makan sama obatnya ya, tunggu bentar."

Di pertengahan jalan menuju dapur Alvin menemukan mami nya yang berbincang dengan seseorang. Ia merasa tidak asing tapi jelas Alvin belum mengenal wanita itu.

"Alvin, Aurel udah bangun?" Sandra menoleh ketika merasakan kehadiran putra sulungnya.

"Udah, mi. Panasnya juga udah turun."

Wanita itu terlihat lega dan segera memperkenalkan Alvin dengan perempuan di sampingnya yang sejak tadi berhasil menarik perhatian pemuda tersebut.

"Nak Alvin masih sekolah atau udah kuliah?" Wanita seumuran maminya yang mengaku bernama Desi itu bertanya.

"Masih kelas akhir, tante."

"Oh, sekolah di Adriano's juga? Anak tante juga di sana soalnya."

"Namanya siapa, tante? Mungkin Alvin kenal." Alvin tak yakin. Tapi melihat wajah di hadapannya ini ia otomatis teringat seseorang, namun ia masih berharap semoga tidak sama seperti dugaannya.

"Mungkin kamu kenal," Memberi jeda sebelum melanjutkan "Namanya Rega. Dia juga kelas tiga sekarang."

Masih berusaha tersenyum Alvin lantas menjawab bahwa ia kenal Rega. Setelah itu ekspektasinya tidak meleset sama sekali. Tante Desi datang ke sini untuk menjenguk Aurel dan itu berarti mereka sudah akrab dan sering bertemu, bukan hanya sekali seperti yang Alvin ketahui.

Regaurel [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang