#1 London
#1 Nerd
#3 Falling
#4 Kakel
.
Cantik, pintar dan kaya. Semua dimiliki sosok Aurelin Caezilia Adrian. Hanya saja gadis tersebut punya alasan lain kenapa semenjak menginjakkan kaki di sekolah barunya ia malah merubah penampilan menjadi seora...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Hari mimggu. Sore itu Aurel duduk diruang depan membaca majalah tanpa berniat mengangkat smartphonenya yang sejak tadi berdering diatas meja.
“Kok gak diangkat, Rel?” Tanya Alvin yang sudah duduk disampingnya. Aurel menoleh sekilas.
“Males.”
“Kenapa? Siapa tau penting.”
“Enggak. Dia gak penting.” Jawab Aurel tanpa mengangkat wajah dari majalah dipangkuannya. Alvin menggeleng pelan sembari melirik nama pemanggil dilayar smartphone adiknya itu. Morgan. Lagi, Alvin kembali melirik Aurel. Ia tau siapa Morgan. Aurel beberapa kali cerita kalau ia pernah memiliki hubungan dengan cowok itu saat di London. ‘Kalo aku punya cowok, mungkin yang lain bakal berhenti ganggu aku.’ Itu kata Aurel. Ya, dia menerima Morgan memang sebagai tameng. Aurel tak berpikir panjang, meski tau cowok itu playboy. Dulunya Aurel fikir dengan berpacaran, pria lain akan berhenti mengganggunya tapi nyatanya, semua sama saja. Ia lelah dan akhirnya memilih putus dengan Morgan yang memang tidak pernah dia cintai, lalu pulang ke Indonesia. Tapi kenapa Morgan masih memaksa ingin menghubunginya lagi?
Mereka sama-sama diam. Aurel fokus membaca majalah dan malah menyandarkan kepala di pundak kakaknya. Alvin tersenyum sembari mengusap kepala adik kesayangannya tersebut.
Bunyi bel rumah. Ada tamu, tapi Aurel seolah tak mendengar.
“Bi, tolong bukain ya.” Ucap Alvin pada salah satu pembantu yang kebetulan lewat disampingnya.
“Ka, tadi malam kemana sama Cika?” Tanya Aurel tanpa mengalihkan perhatian.
“Kemana aja. Kenapa? Pengen ya?” Goda Alvin.
“Pengen apa?”
“Pengen punya pacar, biar bisa di ajak jalan-jalan.”
“Enggak, dih.”
“Alvin, cewek ini... siapa?"
Alvin dan Aurel mendongak, mereka sedikit terkejut saat melihat Dona ada disana dan jelas menatap Aurel tak suka. Aurel tersenyum kecil dan tetap pada posisinya menyandarkan kepala dipundak Alvin dengan santai. ‘Dia bener-bener gak ngenalin gue?’ Aurel tersenyum miring, membatin.
“Lo ngapain disini?” Alvin tak menghiraukan pertanyaan Dona dan malah bertanya balik.
“Ya... gak papa dong. Gue emang lagi free, jadi... ya udah gue kesini. Wait, lo belum jawab pertanyaan gue. Cewek ini siapa? Kok lo berani sih bawa dia kesini? Tante Sandra mana? Dia pasti belum tau.” Cerocos Dona lalu melangkah seenaknya memasuki rumah dan dengan percaya dirinya memanggil-manggil mami Aurel.
“Tante... tante Sandra, ini Dona, tan. Tante dimana?” Alvin dan Aurel memutar bola mata, malas. Mereka saling melirik, lalu tersenyum licik.
Dari lantai dua, Sandra turun karena mendengar seseorang memanggilnya.