10. Bathroom incident

1K 68 4
                                        

"Merusak milik orang lain tak kan membuat milikmu jadi lebih baik."~Aurelin











"~Aurelin

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.









  
10.  Bathroom incident


















Perjalanan menuju sekolah pada jam enam pagi Aurel mendapat telfon dari sang sahabat.

"Hm, kenapa, Cik?"

Tak ada sahutan. Terdengar suara bersin yang kini membuat Aurel menyatukan alis, "Cika, lo sakit?"

"Cuma pilek biasa sih... atchih... gue gak enak badan. Bisa gue minta tolong beliin... atchih... surat di BK?" Suara Cika parau. Aurel jadi berpikir bahwa gadis itu mungkin sempat menangis entah untuk berapa lama.

"Gampang. Nanti gue beliin. Tapi lo yakin nih gak pa-pa? Apa perlu gue ke situ—"

"Ih, gak usah, Rel. Gue beneran gak pa-pa kok. Dan tolong jangan kasih tau Alvin apapun."

"Loh, kenapa? Kalian ribut?"

"Ceritanya panjang. Tapi please jangan kasih tau dia."

Aurel sedikit menimbang. Sepertinya pasangan beda dua tahun ini sedang ada masalah. Ia ingat semalam Alvin pulang dengan wajah kusut dan raut resah yang kentara.

Flashback on,

"Kaka kenapa? Muka udah kek jemuran gak disetrika."  Aurel menyapa sang kakak ketika berpapasan di tangga saat dirinya ingin ke dapur untuk minum.

"Gak pa-pa. Kaka capek, ke atas dulu. Good night, Aurel." Mengecup kening dan pipi Aurel Alvin kemudian berlalu. Sang adik hanya menggeleng tak mengerti dan melanjutkan langkah.

Flashback off.

"E-ya udah deh. Pulang sekolah nanti gue kerumah lo dan pokoknya lo harus cerita. Se-mu-a, oke?!"

"Iya iya bawel—Atchih!"

Kening Aurel berkerut sejak telfon terputus. Terlihat sekali bahwa gadis cantik tersebut tengah berfikir keras tentang masalah apa yang tengah menimpa hubungan kakak dan sahabatnya.

Aurel tau benar Cika tipe orang seperti apa. Cewek itu tidak pernah ceroboh dan berpikiran dewasa. Bisa dibilang diantara persahabatan mereka memang Cika lah yang lebih sering memberi solusi dan mengimbangi sifat Aurel yang sedikit manja dan selalu gegabah. Jadi tidak heran ketika diganggu geng Dona cewek itu memilih diam saja tak mengadukannya pada Alvin karena tau hal seperti itu tidak akan berakhir baik. Aurel tau sebucin apa Cika pada sosok Alvin, pun sebaliknya. Selama ini dua sejoli itu terlihat baik-baik saja, adem ayem, sakinah mawaddah wa Rohmah. Lalu sekarang kenapa?

Sampai di sekolah Aurel tak punya pilihan lain selain duduk diam dengan kursi samping yang kosong tak berpenghuni. Setelah berpikir beberapa saat akhirnya gadis itu memutuskan untuk menghubungi Alvin dan mengajaknya bertemu di depan lab komputer saat istirahat karena tempat itu memang jarang di lewati siswa akibat letaknya yang persis di pojok dekat gudang.

Regaurel [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang