#1 London
#1 Nerd
#3 Falling
#4 Kakel
.
Cantik, pintar dan kaya. Semua dimiliki sosok Aurelin Caezilia Adrian. Hanya saja gadis tersebut punya alasan lain kenapa semenjak menginjakkan kaki di sekolah barunya ia malah merubah penampilan menjadi seora...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
25. Ayo kita pacaran
Di sisi lain, seseorang yang mereka cari terdiam membeku ketika namanya di panggil dari arah belakang.
"Aurel, tunggu!" Suara itu,
"Rega..."
Masih setia dengan posisinya, Aurel kini mulai menahan nafas ketika didengarnya suara langkah kaki yang kian mendekat.
"Rel, balik! Plis liat gue." Seseorang dibelakang sana meminta dengan nafas tak teratur. Tampak sekali ia berlari mati-matian untuk sampai secepat mungkin ke atap sini. Akhirnya, dengan sedikit ragu adik Alvin Ezardino Adrian itu berbalik. Netra mereka bertemu. Mata teduh milik Aurel menatap gugup pada Rega yang berdiri tiga meter di depannya.
"Rega..." Bisik Aurel lagi.
"Lo kenapa?" Tanya Rega hati-hati. Langkahnya begitu pelan menuju Aurel. Mata tajam nya begitu awas seolah takut gadis itu akan tiba-tiba melompat bila dirinya terburu-buru.
"Gue? Ada apa sama gue?"
"Bohong. Lo pasti punya masalah sampe punya pikiran buat ngakhirin hidup lo kayak gini."
"Ngakhirin hidup? Lo pikir gue mau mati?"
Rega menyatukan alis tak paham "Lo...gak mau bunuh diri?" Tanyanya memandang Aurel dengan sedikit tak percaya yang malah di balas kekehan oleh gadis itu.
"Gue belum pengen."
"Trus, lo ngapain di situ?"
"Cari angin. Di sini udaranya lumayan seger, iya kan?" Aurel tersenyum lebar hingga lupa bahwa di bawah sana sedang heboh mengkhawatirkannya.
Rega tak menjawab, hanya memperhatikan gadis itu waspada. Tatapannya menyelidik hingga Aurel memandangnya heran.
"Lo masih ngira gue mau loncat? Kalo iya, gak pa-pa. Gue loncat beneran nih ya." Candanya membuat Rega terkekeh yang disadarinya bahwa gadis itu begitu merindukan wajah tersebut. Rega yang cuek, Rega yang tersenyum dan tertawa, Aurel suka semua perpaduan dalam diri cowok itu. Ia heran bagaimana Tuhan menciptakan Rega tanpa kerepotan sama sekali. Semua yang ada pada Rega sangat pas dan tidak berlebihan. Favorit Aurel sekali.
"Sini." Cowok berambut legam itu menggunakan isyarat kepala, masih dengan senyum menawannya yang nyaris membuat Aurel meleleh di tempat. Pelan namun pasti Aurel melangkah mendekat dengan netra yang tak berpindah seakan takut sosok dihadapannya hanya ilusi.
Dua langkah lagi namun Rega merasa Aurel begitu lamban sampai ia gemas sendiri dan menarik gadis itu hingga membentur dadanya.
Aurel merasa jantungnya berhenti berdetak ketika lengan-lengan kokoh itu menyatu di punggungnya. Putri tersayang keluarga Adrian itu membatu dalam dekap hangat Rega. Sesaat ia lupa cara untuk bernafas hingga usapan lembut di kepalanya bagai sentuhan ajaib yang mengembalikan kewarasannya dan mengembangkan senyum tipis di wajah jelita Aurel.