#1 London
#1 Nerd
#3 Falling
#4 Kakel
.
Cantik, pintar dan kaya. Semua dimiliki sosok Aurelin Caezilia Adrian. Hanya saja gadis tersebut punya alasan lain kenapa semenjak menginjakkan kaki di sekolah barunya ia malah merubah penampilan menjadi seora...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
39. Abimana Nugroho
Empat bulan berlalu,
Pagi ini keluarga Adrian tengah menikmati sarapan seperti biasa. Sesekali saling mengobrol dan bercanda. Aurel sudah tampak rapi dengan seragam sekolah. Ardi juga sudah siap dengan setelan kerjanya. Hanya Alvin yang masih memakai baju santai, kecuali sang mami yang memang hanya di rumah seharian ini.
“Alvin, kamu hari ini mau kemana?”
“Gak kemana-mana, Pi. Kan masih libur sekolah.”
“Hm, Kamu jadikan kuliah di UI?”
“Jadi,. Habis ini rencananya mau ngurus pendaftaran. Kenapa, Pi?”
“Gak pa-pa. Papi seneng kamu cepet mengambil keputusan. Lebih cepat lebih baik.”
“Iya.”
“Aurel, kamu gimana sekolahnya?”
Aurel yang tengah menunduk khusuk menyantap makanannya sekaligus mendengarkan percakapan sang papi dan Alvin segera mendongak.
“Kenapa, Pi?”
“Sekolah kamu gimana? Gak ada kendala kan?”
Aurel membuka mulut, hendak menjawab ketika Alvin tiba-tiba angkat suara,
“Aurel sebulan ini di tembak tiga belas cowok, Pi.”
“Ih, kak Alvin!!” Aurel berseru kesal karena saudaranya itu berbicara sembarangan di depan Sandra dan Ardi. Lagian bukan tiga belas kok, empat belas yang bener. Alvin itu ngasal sekali.
“Sekolah Aurel baik kok, Pi. Senin besok udah UKK.” Wajahnya kembali kalem begitu menghadap sang ayah. Ardi mengangguk dan memberikan beberapa motivasi agar anaknya lebih bersemangat untuk belajar. Yah, meski selama ini nilai Aurel pun tidak pernah memalukan sama sekali.
“Oh ya, Rel, kemaren kakak ketemu Bima. Kalian lagi deket ya?”
“Kepo!”
“Dih, sewot amat macan betina.”
“Alvin.” Tegur kedua orang tuanya. “Iya, maaf.” Terkadang Alvin sering lupa bahwa ia tidak bisa membuli adiknya di depan orang tua mereka. Hal itu hanya akan membuatnya terlihat seperti anak pungut.
⏳🎭⏳🎭
Aurel duduk berdua bersama Cika di salah satu meja kantin. Sekilas gadis itu menatap segerombolan cewek yang cekikikan sendiri didepan sana, itu Dona, Rissa, dan teman-temannya. Beberapa bulan ini mereka tak lagi mengganggu Aurel meski ketika bertemu atau sekedar berpapasan ia masih dapat merasakan tatapan tajam dan tak suka dari sebagian di antara mereka. Apalagi dulu ketika kabar putusnya Aurel dengan Rega tersebar. Setiap melihatnya Dona selalu tersenyum miring dan menyeringai puas seolah dia adalah satu-satuya orang yang bahagia dangan kenyataan itu.