15. Gara-gara bola basket

811 52 1
                                        














Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.















Di depan kelas saat Aurel baru akan keluar menemui Rega ternyata pemuda itu sudah terlihat beberapa langkah di depannya. Membuat Aurel berfikir bahwa si Alvaro ingin menemuinya juga.

"Rega, mau ke mana?" Basa-basi, Aurel mencoba memulai topik saat mereka sudah berhadapan.

"Toko material."

"Ngapain?"

"Beli kalpanax."

"Hah?" Ini yang goblok Rega atau Aurel sih? Ngapain beli kalpanax ke toko material?

"Bego." Rega menyentil kening berponi Aurel kemudian menyamankan diri bersandar di dinding dengan sebelah kaki yang tertekuk dan tangan yang terlipat didepan dada.
Aurel sempat mengaduh namun menyaksikan posisi Rega yang 'rawan', jantungnya jadi semakin berdetak ekstrim. Rega dalam posisi apapun itu tetap saja membuat banyak wanita meleleh. 'Cakep nya gak manusiawi.'

"Gue mau ngomong sesuatu." Cowok itu masih setia dengan wajah teposnya.

"Sama gue?"

"Sama tembok." Rega benar-benar tidak paham kenapa Aurel jadi selemot ini.

"Ah, i-iya." Aurel meringis. Tinggal bilang iya aja Rega ini susah sekali.

"Gue... sebenernya ada yang mau di omongin juga sih." Gadis itu menimbang. Kapan baiknya ia mengatakan yang sebenarnya pada Rega?

"Ya udah, lo duluan." Ucapan Rega membuat aurel mendongak menatap cowok dihadapannya.

"Istirahat aja deh. Bentar lagi masuk soalnya." Iya, mungkin ia akan mengajak Rega ke tempat yang sepi ehh, ngapain??! Buat ngasih tau rahasia... kan? Innalillah, Aurel tidak sehat. Pikirannya jadi kemana-mana. 'Dasar jomblo karatan!' rutuknya dalam hati.

"Oke." Rega terlihat tidak keberatan. Ia melirik jam di pergelangan tangannya lalu menegakkan tubuh seperti semula, "gue ke kelas."

Aurel menatap kepergian Rega dengan senyum samar. Kali ini ia harus segera mengatakan semuanya. Tidak boleh tidak.














⏳🎭⏳🎭













Lapangan Adriano's terlihat ramai. Netra Aurel menjelajah mencari sosok Rega yang ia ketahui kelasnya sedang melakukan olahraga.
Ada Dona yang menatapnya tidak suka. Ya ya, memang kapan cewek itu pernah menatapnya dengan 'benar'? Aurel tidak peduli dan lebih memilih untuk menghampiri Rega yang dilihatnya tengah istirahat di salah satu bangku kosong di pinggir lapangan.

Rega terlihat tampan sekali dengan seragam basket dan rambut acak yang sedikit basah. Cowok itu tak menyadari beberapa langkah lagi Aurel akan sampai di hadapannya. Rega hanya tampak fokus dengan minuman isotonik di tangannya.

Regaurel [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang