2. Orang-orang Populer

1.5K 98 3
                                        


"Tidak apa sering sakit hati, dilupakan, ditinggalkan. Banyak orang besar lahir dari sakit hati."~~Tere Liye












Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.











Aurel memasuki kelas barunya mengikuti seorang guru wanita yang diperintahkan Edo tadi. Edo adalah kepala sekolah di SMA ini sekaligus teman baik papinya.

Bisik bisik mulai terdengar menyapu telinga Aurel dengan cukup jelas ketika ia baru saja melewati pintu.

“Selamat pagi anak-anak.”

“Pagi buk...”

“Hari ini kalian kedatangan teman baru. Aurel, silahkan perkenalkan diri kamu.”

Aurel memandang seisi kelas dengan sedikit menunduk. Membuat kesan nerd yang melekat pada dirinya semakin kentara. Oh ayolah... ini Aurelin Caezilia Adrian, seorang perfect girl yang punya sedikit masalah dengan yang namanya perhatian. Dan sekarang gadis itu memutuskan jalannya. Jadi pikirnya ia harus total memainkan perannya sendiri.

“H-hai. Nama aku Aurelin Caezilia. Pindahan dari Bogor. Em… mohon bantuan kalian di sini.” Totally bukan? Sungguh Aurel benar-benar ingin menertawakan dirinya sendiri kali ini. Oh Tuhan, dia merasa geli apalagi ketika tak sengaja netranya bertubruk dengan milik Cika. Cewek itu melotot, melongo dan entah apalagi itu namanya. Yang jelas Cika terlihat tak setuju dengan penampilan barunya. Sahabatnya itu baru akan berbicara ketika seorang cowok di bangku paling pojok mengacungkan tangan.

“Hem, boleh tanya gak? Di bogor emang nyediain hutan tempat tinggal lo ya?!” Satu kelas langsung tertawa kecuali Cika dan sang guru yang menatap Aurel bimbang.

“Semua, diam! Dani, jaga bicaramu!”

“Haha, maaf, bu. Lagian, masa iya sekolah seelit ini sudi nerima murid kayak dia, iya gak?!”

Seisi kelas lagi-lagi tertawa, Sebagian terlihat membenarkan.

“Dani! Tidak sepatutnya kamu berbicara seperti itu pada Aurel.” Guru itu menatap tegas muridnya, “Sekarang kamu berdiri satu kaki di depan selama lima belas menit.”

Si Dani Dani itu mencibir dan masih sempat saja bercanda dengan teman-temannya. Membuat Aurel tidak tahan untuk tidak memutar bola mata. Dilihat dari penampilan bengalnya pasti salah satu anak orang berpengaruh yang sok berkuasa. Rambut Panjang acak-acakan dan seragam tidak rapi, tcih, apa dia berfikir akan terlihat keren dengan hal-hal yang seperti itu?

“Aurel, maafkan sikap mereka. Kamu silahkan duduk disamping Cika.” Bisik guru bahasa inggris tersebut. Aurel mengangguk dan segera berlalu.

Dijalan, seorang siswi hampir saja menjegal kaki Aurel. Untunglah gadis itu menyadarinya dan segera menghindar.

Regaurel [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang