#1 London
#1 Nerd
#3 Falling
#4 Kakel
.
Cantik, pintar dan kaya. Semua dimiliki sosok Aurelin Caezilia Adrian. Hanya saja gadis tersebut punya alasan lain kenapa semenjak menginjakkan kaki di sekolah barunya ia malah merubah penampilan menjadi seora...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Di sekolah, hari kedua. Aurel dan Cika baru saja keluar dari kelas saat Dona kembali menghadang mereka. Aurel mendengus kecil.
"Uh... mau kemana nih, sahabat karib berdua? Gue kok eneg banget ya liat kalian. Dan, lo, culun! Kemarin lo udah berani sama gue. Ck ck ck, masih baru aja udah belagu. Heran deh. Dari penampilan, gue liat, lo kek anak tukang sampah, tapi kok nyolot ya?" Dona memperhatikan Aurel dari atas sampai bawah. 'Sialan! Dia kira gue yuyu kangkang diliatin sampe segitunya!' Batin Aurel kesal.
"Ehem! Tunggu, itu... sepatu lo nyuri dimana?" Angkuh Dona sedikit terkejut melihat sepatu yang Aurel pakai.
"Guys, itu sepatu keluaran Grenson yang lagi..." "Limited edition!" Sahut teman-teman Dona serempak sekaligus melongo. Dona terdiam sejenak, berusaha menetralisir wajahnya.
"Kok bisa ya... wait wait! Lo nyuri dimana sih?!"
"Alah, paling juga KW, Don." Sahut salah satu teman Dona. Yang lain tertawa.
Aurel tak henti merutuki dirinya sendiri. Bisa-bisanya ia masih memakai sepatu itu. Kemarin mereka masih belum sadar, tapi sekarang? Sial!
"Eh, kalo diajak ngomong jawab dong! Lo bisu ?!"
"Don, lo makin hari makin parah ya! Bisa gak sih, sehari aja lo gak ganggu kita?!" Sambar Cika kesal.
"Gak bisa! Trus lo mau apa?!" Balas Dona melotot.
"Guys, buka paksa tuh sepatu si culun!" Perintah Dona pada teman-temannya. Aurel terkejut dan mengentak kesal.
"Stop! Kalo kalian mau sepatu ini... silahkan. Gak perlu maksa, gue ikhlas. Permisi." Aurel melepas sepatu yang ia beli sebulan lalu di London itu, lalu segera menarik Cika pergi secepatnya.
"Gila! Rel, itu sepatu harganya selangit, sekarang stoknya pasti udah habis. Lo beneran gak papa?" Tanya Cika setelah mereka agak jauh dari Dona. Aurel hanya mengedikkan bahu santai, lalu memencet smartphonenya.
"Halo, mami, eh... tolong dong mi,... suruh sopir buat nganterin sepatu buat Aurel...enggak, itu tadi sepatunya Aurel pake buat nimpuk ngengat, tapi... bilang suruh tunggu di gerbang aja ya. Makasih, mami."
Cika menggeleng pelan. Mau tak mau mereka akhirnya menunggu sepatu Aurel dulu sebelum pergi ke kantin. Cika menelpon Alvin dan menyuruhnya untuk memesan terlebih dahulu.
"Nanti aku ceritain. Udahlah kalian makan aja dulu. Enggak, kita gak papa kok." Jelas Cika pada Alvin. Aurel sudah ada di toilet, sedang Cika menunggu sepatu Aurel yang katanya diantar sopir di depan gerbang sekolah. Begitu selesai dengan urusan itu, mereka langsung ngacir ke kantin. Ternyata Alvin dan Riko sudah hampir selesai.
"Maaf ya, kita telat." Ucap Cika.
"Hm, dari mana?" Tanya Alvin menatap kedua cewek yang sangat disayanginya itu.