Happy reading ❤
***
Auriga benar-benar menantikan malam ini. Ketika ia bisa berjalan bersama Nirbana menikmati pasar malam buatan—yah memang tidak sama, tapi malam ini benar-benar meriah. Auriga puas menggoda Nirbana sampai wanita itu marah-marah dengannya. Bukannya berhenti, Auriga sengaja membuat Nirbana kesal—karena dengan itu, Nirbana bisa mencurahkan segala perhatian padanya.
Ah, ini menyedihkan. Bahkan sekarang Auriga terpaksa menjadi orang yang annoying agar di-notice oleh wanita kesukaannya. Ini bukan Auriga sekali.
Sebenarnya ia ingin mengikuti acara sepanjang hari ini sejak pagi, tapi karena ada rapat dadakan membuatnya tidak bisa mengikuti kegiatan pagi. Kemarin, ia sengaja mengirim Frans kemari untuk mengetahui perkembangan acara—juga mengawasi Nirbana. Frans malah bercerita tentang Nirbana yang makan siang bersama guru menyebalkan itu.
Mendengar hal itu, Auriga segera memesan tiket pesawat dan datang kemari saat sore hari—yang malah bertemu dengan Dito. Auriga beruntung, karena Nirbana masih mau meneleponnya—mengandalkannya disaat genting seperti kemarin. Tidak banyak yang ia katakan pada Dito, tapi Auriga harus pastikan kalau Dito tidak akan mengganggu Nirbana lagi.
Sepanjang jalan, Auriga sadar bahwa mereka berdua diawasi oleh guru itu. Yeah, keyborist yang berpura-pura menjadi guru disini. Bukannya Auriga tidak sadar apa alasan laki-laki itu memperhatikan mereka—tentu saja karena ‘dia’ menyukai Nirbana. hal ini membuat Auriga semakin kesal dan marah.
Bagaimana tidak kesal, Auriga yang sudah berusaha banyak seperti ini saja masih jarang dinotice oleh Nirbana. nah ini datang masalah lagi, saingan kelas teri. Auriga tidak takut kalau dirinya tergeser, tapi ia kesal ka rena laki-laki itu memiliki lebih banyak waktu untuk berinteraksi dengan Nirbana dibandingkan dirinya. Auriga tersenyum masam, sekarang bahkan ia bisa cemburu buta juga ya?
“Kenapa berhenti? Capek?” tanya Auriga saat Nirbana berhenti melangkah. Nirbana mengangguk kecil.
“Yaudah yuk duduk, kucarikan minum.” Kata Auriga mengarahkan Nirbana disalah satu kursi yang masih kosong. Auriga memandang sekeliling, membaca menu-menu yang dituliskan pada tiap stand bazar. Ia memesan dua gelas lemon tea pada anak-anak yang berjualan—juga snack mereka.
“Udah capek banget, ya?” tanya Auriga saat mengulurkan lemon tea milik Nirbana.
Nirbana mengangguk, “tadi siang udah muter-muter sama Tante Nay. Sekarang masih kamu ajakin muter lagi. Kenapa nggak sama Bu Bertha dan pak Daniel aja sih tadi.”
“Ya kan pengennya jalan-jalan sama kamu. Kalau nggak sama kamu, ngapain aku kesini.” jawab Auriga tak kalah entengnya.
Nirbana ikut mencebikkan bibirnya, “yaudah nggak usah kesini deh harusnya. Biasanya juga cuma Frans yang controlling. Ngerepotin aja.” dengusnya kesal.
Auriga ikut mencebik kesal. Seperti inilah perlakuan Nirbana padanya. Kelewat dingin dan kejam. Entah apa sajayang dilakukan Auriga seolah selalu salah dipandangan Nirbana. padahal intinya kan, Auriga hanya ingin lebih banyak menghabiskan waktu bersama, tapi sepertinya Nirbana sama sekali tidak paham maksud tujuan Auriga.
Masih belum lama mereka disana, keduanya dihampiri oleh Varel, dan Monika. Varel memberikan informasi kalau acara akan segera di mulai. Auriga merupakan tamu utama, sehingga keberadaannya diperlukan untuk memulai acara.
“Miss, pengisi acara cadangannya tetap nggak bisa hadir. Dia lagi sakit Miss, gimana dong ini?” kata Monika untuk mengonfirmasi kelanjutan planning cadangan siang tadi.
KAMU SEDANG MEMBACA
Better Together [END]
ChickLitNirbana Jenar Kalingga memutuskan pertunangannya satu bulan sebelum sahabatnya menikah. Alasannya karena mantan tunangannya, Dito Firnando, yang sudah gila! Mungkin dia yang gila karena sudi untuk betunangan dengan biang keladi perusak rumah tangga...
![Better Together [END]](https://img.wattpad.com/cover/260181648-64-k410748.jpg)