Happy reading
Sorry for typos 🤪
***
Auriga cukup gusar karena sepanjang hari ia tidak berhasil menghubungi Nirbana. setiap kali ia meneleponnya maka panggilannya akan dialihkan ke kotak suara. sebenarnya sejak tadi malam ia kesulitan menghubungi Nirbana. awalnya Nirbana tidak mengangkat panggilannya, namun kemudian panggilannya dialihkan. Auriga khawatir bila sesuatu terjadi pada Nirbana.
“Muka kamu kenapa sih? Ngeri banget. Santai bro, mentang-mentang kepengen rabi!” kata Arga yang kebetulan sedang bersamanya.
Auriga memandangnya dengan tajam seolah ingin membungkam mulut rusak itu dengan lakban.
“Nirbana lagi?" tanya Arga seolah menyadari kalau Auriga sedang uring-uringan karena wanita itu. Sebenarnya ia juga tau kalau sahabatnya ini biasanya uring-uringan macam orang PMS bila sedang berhadapan dengan Nirbana saja.
“Dari semalam nggak bisa aku hubungin.”
“Kamu udah tanya orang rumah?” tanya Arga dengan santai.
Auriga mengangguk, “kata Razan dia keluar kemarin malam. Tapi nggak tau kemana juga. Tadi juga belum pulang.”
Arga mengotak atik ponselnya sebentar, kemudian tersenyum sumringah, “nah, ini. Bini kamu di rumahku.” Ia menunjukkan riwayat chatnya yang menanyakan apakah Nirbana ada bersama dengan Limar.
Muka kaku Auriga kini perlahan mengendur, ia menghela nafas panjang sebelum menjatuhkan dirinya ke kursi kebesarannya.
“See? Kamu tuh cuma parnoan aja. Chill lah, Nirbana juga bukan anak kecil yang harus dipasangi GPS kemana-mana.”
Auriga menatap Arga dengan tatapan kesal, “tapi kamu nggak tau, Nirbana tuh suka nyimpen sendiri masalahnya. Gimana aku nggak cemas?”
“Itu namanya mandiri. Kamu sendiri yang bilang mau cari cewek yang mandiri.”
Auriga mengerutkan keningnya, “mandiri boleh tapi kalau semuanya dia tanggung sendiri aku cemas. Gini, kalau aku balik, kalau Limar kayak gitu, kamu suka?”
“No way! Aku terima Limar apa adanya,” jawab Arga langsung. “Tapi kalau Nirbana aku tau dikit banyak sih. Dia memang begitu orangnya.”
“Aku cuma pengen dia tau, kalau dia nggak sendiri. Ada aku yang ada disampingnya, siap buat dia. Tapi dia selalu bilang nggak mau bikin aku repot,” dengus Auriga.
Arga tertawa, “jadi ceritanya kamu lagi curhat nih?” goda Arga.
Auriga melengos, kemudian menaruh beberapa berkas dokumen di hadapan Arga. “Ini kerjaan kamu.”
“Oh shit!”
***
Limar mencerna cerita Nirbana dengan baik-baik. Setelah bercerita dan menjadi lebih tenang, Limar membiarkan Nirbana tidur di ruangan itu. Ia keluar dari ruangan itu dengan perasaan cemas. Tapi ia tidak tau kepada siapa dia bisa membagi cerita ini, karena Nirbana sendiri tidak mau menceritakannya pada siapapun.
“Dito brengsek!” umpatnya.
Limar ingin menceritakan hal ini pada Ragha, tapi ia juga takut kalau kakak Nirbana menjadi kesetanan itu membunuh Dito ditempat dan menjadi tahanan. Itu adalah skenario terburuk yang bisa terjadi. Tapi seperti ini pun tidak bisa menyelesaikan masalah. Limar mendesah berat, tidak berhasil memikirkan solusi terbaik untuk menolong sahabatnya ini.
***
Nirbana bangun, melihat seluruh ruangannya menjadi gelap. Semburat langit kebiruan muncul di kaca kamar yang sedang ia gunakan. Nirbana menyibak selimutnya, berjalan menuju ruang tengah yang lebih terang. Nirbana mencari keberadaan Limar, lalu menemukan wanita itu sedang sibuk dengan peralatan dapurnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Better Together [END]
ChickLitNirbana Jenar Kalingga memutuskan pertunangannya satu bulan sebelum sahabatnya menikah. Alasannya karena mantan tunangannya, Dito Firnando, yang sudah gila! Mungkin dia yang gila karena sudi untuk betunangan dengan biang keladi perusak rumah tangga...
![Better Together [END]](https://img.wattpad.com/cover/260181648-64-k410748.jpg)