Happy reading!
Sorry for typos 🤪
***
Irene kembali resah karena dalam beberapa hari ini ia tidak bisa menghubungi Dito. Irene bahkan sudah nekat mendatangi laki-laki itu di kediamannya, tapi nihil. Beberapa kali ia kesana, ia tidak pernah menemukan siapapun. Kediamannya kosong. Kata tetangga sekitar, keluarga besar mereka sudah pindah beberapa bulan yang lalu. Irene memang pernah mendengar hal ini dari Dito kalau dia tinggal sendiri di sana.
Irene masih menunggu Dito, menekan bel rumah itu tanpa rasa sabar. Saat itulah Dito keluar dengan tubuh penuh dengan perban. Irene terkejut seketika.
“Dit? Apa yang terjadi?” tanyanya tidak bisa menyembunyikan rasa penasaran.
Dito tidak menjawab, ia hanya meminta Irene untuk segera masuk karena beberapa tetangganya sudah mencuri dengar percakapan mereka diluar. Bagaimana tidak, Irene sudah mirip bagaikan debcollector yang setiap hari memencet bel rumahnya seperti sedang mengejar kreditur yang kabur.
“Beberapa hari ini kamu kemana aja sih? Kenapa setiap kali aku hubungin nggak bisa?! Kamu mau lepas tangan ya, kabur dari tanggung jawab?!” cecar Irene dengan penuh emosi.
Dito menatap wanita yang sedang berkilat-kilat penuh emosi di hadapannya dengan datar. “Ya kamu pikir sendiri lah, dengan keadaan yang kayak gini aku bisa kemana?!”
“Kamu di rumah sakit?” tanya Irene serius.
Dito menggeleng, “neraka!” jawabnya kacau.
Irene mengernyitkan keningnya, “maksud kamu?”
Dito menghembuskan nafas panjang. Wanita ini memang bebal. Sepertinya wanita itu sama sekali tidak tau dengan siapa mereka berurusan. Dito sudah jera untuk kembali berurusan dengan setan gila yang menjelma sebagai pacar Nirbana itu. Ia sudah berjanji untuk tidak akan mengusik kehidupan Nirbana. Tidak setelah ia berhasil keluar hidup-hidup dari penjara penyiksaannya.
“Aku berhenti, Rene,” kata Dito dengan datar.
“Apa maksudnya berhenti? Kamu memang pengangguran kan!” bentak Irene. Ia sama sekali tidak menyangka kalau semangat juang Dito untuk balas dendam hanya sebatas ini saja.
Dito menggeleng, “setelah sembuh aku bakalan dapat kerja. Aku nggak bisa lanjutin rencana kamu itu.”
“Ha?! Apa maksud kamu! Kamu nggak lagi mabuk kan, Dit! Setelah semua uang yang kamu ambil, kamu bisa lepas tangan gitu aja?! Jangan mimpi!”
“Semua uang kamu nggak pernah aku sentuh! Kalau kamu mau, kamu bisa ambil semuanya! Uang nggak ada apa-aanya dibanding keselamatan dan hidupku, Rene!” tegas Dito dengan emosi.
“Jadi apa alasan kamu buat berhenti!”
“Kamu sama sekali nggak nyadar, dengan siapa aku berurusan sampai aku kayak gini? Kamu serius tanya aku?” ada nada sarat akan emosi dalam pertanyaan Dito.
Irene menerjap, ia tidak percaya kalau laki-laki itu yang melakukan itu semua pada Dito. Ini jauh dari apa yang ia rencanakan. “Kamu bisa lapor polisi!”
“Dengan semua bukti ada di tangan dia, lalu aku lapor polisi seperti aku sedang menyerahkan diriku?” tanya Dito tidak percaya. “Aku sudah cukup bikin malu keluarga karena dipecat tidak terhormat dari pekerjaanku dulu, dan sekarang mau bikin malu keluarga dengan urusan polisi? Mau ditaruh mana mukaku!”
“Kamu laki-laki cemen! Tidak bertanggungjawab! Pantas saja Nirbana meninggalkanmu!”
“Persetan dengan semua omonganmu, aku tidak peduli. Pokoknya aku berhenti. Aku anggap semua urusan diantara kita juga berakhir. Kamu nggak perlu cari-cari aku lagi karena sebentar lagi aku akan pindah. Sekarang aku mau istirahat, kamu bisa keluar!” usir Dito.
KAMU SEDANG MEMBACA
Better Together [END]
ChickLitNirbana Jenar Kalingga memutuskan pertunangannya satu bulan sebelum sahabatnya menikah. Alasannya karena mantan tunangannya, Dito Firnando, yang sudah gila! Mungkin dia yang gila karena sudi untuk betunangan dengan biang keladi perusak rumah tangga...
![Better Together [END]](https://img.wattpad.com/cover/260181648-64-k410748.jpg)