Don't forget to leave your mark here 😆
Let's vote and comment this chapter ☺
Happy reading ❤
***
Serangkaian acara pernikahan sudah terlaksana dengan lancar. Arga berhasil mengucapkan ijab qabulnya hanya dengan satu kali coba-dalam satu tarikan nafas tanpa putus diikuti gemuruh SAH dari para saksi. Lalu barulah pengantin wanita masuk dengan iring-iringan bridesmaid dan groomsmen lengkap dengan suasana haru dan iringan suara biola dan saxophone. Lagu yang digunakan bukan Wedding March seperti pernikahan pada umumnya, tapi pengantin sepakat untuk memilih Marry Your Daughter milik Brian McKnight-yang menambah khidmat haru dari keluarga, bahkan iring-iringan.
Nirbana terlihat menitikkan air mata ketika melangkahkan kaki masuk-juga saat sungkem kepada kedua orang tua, Nirbana tidak bisa menahan derai air mata. Kalau saja ia tidak sedang dipasrahi sebagai iringan manten yang harus ikut dalam setiap sesi acara, mungkin Nirbana sudah menangis histeris di kamar mandi.
Pernikahan yang terlihat begitu suci, mengharukan. Limar mendapatkan Arga-orang yang baik. Mereka berdua berhak untuk saling membahagiakan. Nirbana tidak bisa membayangkan pernikahannya kelak, dimana tidak ada orang tua lagi yang bisa ia beri sungkem. Mungkin kakak, juga Tante Naila saja. Kembali teringat kedua orang tua kandungnya, hati Nirbana terasa sedikit diremas.
Rupanya disamping Nirbana ada seseorangyang terus mengawasi gerak gerik wanita itu. Meski ia tidak tau bagian mana yang paling mengharukan dari serangkaian acara, tapi ia cukup merasa haru saat sahabatnya menyelesaikan ijab qabul dengan lancar dan khidmat. Ia juga sedikit trenyuh ketika prosesi sungkem, namun hanya sebatas itu. Ia tidak menemukan adanya hal yang sedih dari seluruh proses acara-lalu apa yang membuat wanita itu menangis pilu?
Auriga membawa sebuah tisu yang ia temukan dimeja souvenir. Berbekal senyuman, ia lantas mendapatkan satu pack tisu dengan cuma-cuma. Kini ia sudah mirip seorang penjaga yang siap memberikan tisu pada Nirbana untuk menyeka air mata. Ia hanya takut kalau wanita itu akan dehidrasi akibat terlalu banyak menangis. Tapi Auriga memilih untuk tidak mengomel. Ia hanya diam, menemani Nirbana disisinya. Sepertinya Nirbana juga tidak keberatan dengan keberadaannya-tidak seperti biasanya.
"Mau minum?" tawar Auriga pada Nirbana yang menangis sesenggukan. Abinaya dan Brian sedang melayani kebutuhan pengantin, sedangan Nadindra dan Emir berada disisi yang berseberangan dengan mereka. Jujur Auriga merasa sedikit iri dengan Emir, karena ia bisa merangkul dengan mesra kekasihnya-Nadindra secara leluasa.
Nirbana mengangguk, kemudian ia menggeleng, "s-sorry ya. Hiks. Ak-aku jadi ceng-ngeng." Katanya terbata-bata.
Auriga memberikan tisu lagi pada Nirbana, dia memberikannya semua. Ia mengatakan pada Nirbana kalau ia akan mengambilkan wanita itu minuman. Berpesan agar dia tidak pergi kemana-mana. Sepatunya tidak comfortable, ia tidak bisa membiarkan Nirbana jatuh karena hal itu.
Auriga menuju stand bagian minuman. Mengambil dua gelas air mineral kemasan untuk Nirbana. Ia segera bergegas kembali ke kursinya-saat kini ia melihat derai tangis Nirbana lebih pecah. Wanita itu bahkan tidak menghiraukan air mata yang merusak make up nya. Wanita itu menangis tergugu dihadapan seorang laki-laki berpakaian gelap yang disampingnya berdiri wanita muda. Auriga tidak bisa melihat dengan jelas bagaimana rupa mereka, tapi ia melihat interaksi laki-laki yang terlihat sedang membujuk Nirbana. Entah kenapa melihat hal itu, hati Auriga serasa disulut api. Ia segera melangkah lebar-lebar menghampirinya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Better Together [END]
ChickLitNirbana Jenar Kalingga memutuskan pertunangannya satu bulan sebelum sahabatnya menikah. Alasannya karena mantan tunangannya, Dito Firnando, yang sudah gila! Mungkin dia yang gila karena sudi untuk betunangan dengan biang keladi perusak rumah tangga...
![Better Together [END]](https://img.wattpad.com/cover/260181648-64-k410748.jpg)