Let's vote, comment, leave your mark here ❤
Happy reading 😆❤
***
Layangan hantaman langsung ia terima tanpa tedeng aling-aling. Auriga bisa saja jatuh tersungkur kalau saja tidak memiliki ancang-ancang kaki yang kuat. Dulu waktu kecil ia pernah di bekali beladiri judo—juga wushu, dan akhir-akhir ini ia juga dibekali trainernya dengan boxing—jadi ia tidak bisa ditumbangkan dengan mudah. Auriga segera membalas pukulan Dito tak kalah kerasnya. Dito yang sepertinya tidak memiliki bekal pertahanan diri langsung jatuh tersungkur diantara meja dan kursi. Auriga seperti orang kesetanan, menghampirinya langsung memukulinya dengan keras.
Bagaimana bisa laki-laki ini menyakiti seorang wanita lemah seperti Nirbana. Jika itu orang lain, mungkin Auriga tidak akan semarah ini. Ia melihat dengan mata kepalanya sendiri kalau Nirbana sampai dibanting setelah dilecehkan semacam tadi.
Dito berusaha melawan dibawah tubuhnya, tapi Auriga seperti orang gila. Nirbana berteriak histeris, dan meminta Brian untuk segera memisah keduanya. Brian menahan tangan Auriga, sedangkan Dito juga diangkat berdiri oleh orang lain. Wajah keduanya menyisakan luka lebam. Milik Dito yang lebih parah. Hidungnya berdarah, bibirnya sobek. Bahkan diwajahnya banyak tersebar bekas pukulan yang mulai berubah warna.
Nirbana mendatangi Auriga, mengkhawatirkan laki-laki itu meski sebenarnya ia tahu kalau Dito lah yang memiliki luka lebih parah. Ujung bibir Auriga sobek. Mata laki-laki itu masih menggelap, seolah mencari cela untuk melampiaskan kemarahan yang masih bersisa.
Nirbana menangkup wajah Auriga dengan kedua tangannya, mengarahkan pandangan laki-laki itu agar tertuju padanya. Nirbana sangat sadar kalau Brian tidak memiliki kemampuan untuk menahan Auriga kalau sampai anak itu gelap mata dan membunuh Dito. Jadi Nirbana berusaha untuk membuatnya tersadar dengan keberadaannya.
"Auriga... Lihat aku. I'm fine. Please stop it." Pinta Nirbana disela air matanya yang bercucuran karena takut dan shock.
Auriga awalnya masih menatap Dito dengan tajam, tapi ia mendengar suara Nirbana yang menggetarkan hatinya. Ia memandang wanita yang tengah menatapnya teduh—dengan sisa air mata yang terus mengucur. Auriga mengangkat tangannya, menyapu air mata Nirbana dengan jemarinya. "Kamu sakit?" tanyanya cemas.
Nirbana menggelengkan kepala, "aku nggak apa-apa. Kamu yang luka, Ga." kata Nirbana bingung.
Nirbana mengusap bekas darah yang ada dibibir Auriga membuat ia meringis kesakitan. "Sorry, sakit, ya?" tanya Nirbana dengan bodoh.
"Nggak seberapa. Aku harus bikin perhitungan dulu sama brengsek satu itu." ujar Auriga masih dengan emosi yang menyala.
Sedang di sisi lain Dito yang sudah babak belur masih menyumpah serapah, "jangan harap kalian bisa lepas tanggung jawab dari ini. Aku bakalan lapor polisi atas tindakan penganiyayan! Jangan harap hidupmu akan tenang!" ancam Dito.
Kali ini Brian yang langsung maju, "silahkan. Saya tunggu gugatan anda. Saya pengacara. Dan saya pikir semua orang disini akan menjadi saksi apabila klien saya tidak bersalah sama sekali. Tindakannya tadi bisa dijadikan sebagai pembelaan diri karena Anda yang memulai. Selain itu, saya juga akan menuntut anda atas kerusakan yang terjadi di restoran teman saya, juga word abuse dan kekerasan yang telah anda lakukan kepada klien saya."
Dito mengucapkan sumpah serapah sebelum memberikan jari tengahnya pada mereka semua. Ia menatap Nirbana dengan nyalang, "jangan harap hidup kamu akan tentram, Nir!" ucapnya sebelum pergi meninggalkan tempat itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Better Together [END]
Chick-LitNirbana Jenar Kalingga memutuskan pertunangannya satu bulan sebelum sahabatnya menikah. Alasannya karena mantan tunangannya, Dito Firnando, yang sudah gila! Mungkin dia yang gila karena sudi untuk betunangan dengan biang keladi perusak rumah tangga...
![Better Together [END]](https://img.wattpad.com/cover/260181648-64-k410748.jpg)