Chapter 10

6.8K 609 20
                                        

Happy reading ❤

***


Bridal shower berjalan sesuai dengan harapan. Ditambah beberapa bumbu dramatis dimana Limar yang pertama mempelopori menangis-karena harus melepas masa lajang-yang diikuti dengan nangis bombai berurai tawa dari yang lainnya. Mereka kembali memikirkan nostalgia jaman SMP mereka. Awal pertemanan yang nggak semulus jalan tol tanpa lubang, diwarnai dengan perseteruan akibat kefamousan satu sama lain. Lalu membahas masa SMA hingga kuliah. Mereka memang tidak kuliah ditempat yang sama, tapi selama liburan semester mereka selalu menyempatkan diri untuk bertemu, dan always keep in touch satu sama lain.

Acara yang awalnya makan-makan, dilanjutkan dengan pemberian hadiah dari para gadis. Nadindra menghadiahkan satu set lingerie lace berwarna hitam yang langsung membuat wajah Limar merah padam saat melihatnya. Nirbana mengeluarkan kotak hadiahnya, sepaket perawatan bath & body works serta skincare yang limited edition-karena ia mendapatkannya dari Ragha saat penerbangan terakhirnya. Limar memandangi benda itu, mengucap syukur karena ia tidak perlu kerepotan untuk mencari barang-barang itu. Nirbana juga memberikan tiket honeymoon-bussiness class, yang merupakan hadiah dari Ragha. Giliran Abinaya, dia mengatakan kalau hadiahnya akan dikirimkan kerumah baru mereka esok-ia menghadiahkan mesin kopi terbaru mengingat hidup Limar tak pernah jauh dari sahabatnya-caffeine.

Setelah berbincang sampai larut, mereka kembali ke kamar masing-masing. Nirbana satu kamar dengan Abinaya, sedangkan Nadindra kamar disebelahnya bersama Limar. Awalnya mereka ingin tidur berempat, tapi mengingat kalau tempat tidurnya tidak akan cukup, akhirnya mereka memisahkan diri.

Lalu hari H datang. Persiapan make up sudah dilakukan sejak pagi buta. Pukul 3 pagi, Ojey dan Tim sudah membuat mereka terjaga. Untuk perawatan pengantin memang membutuhkan tenaga ekstra sehingga Ojey sendiri yang menanganinya. Sedangkan Abinaya, Nadindra dan Nirbana menunggu giliran bersama kolega Arga dan Limar yang lain-yang juga minta di makeup. Rata-rata mereka adalah penerima tamu, juga penjaga di meja souvenir.

Selagi menunggu giliran, Abinaya kembali tidur setelah sholat subuh. Nirbana sibuk mengeluarkan peralatan botol mixer portable nya. Ia menyiapkan bahan-bahan untuk membuat smoothies; oats, yougurt, bananas, dan milk. Abinaya dan Nadindra membenci minuman itu-karena terasa eneg karena terkadang Nirbana akan menambahkan sayuran segar seperti spinach sebagai tambahan. Nirbana sibuk mengisi perut selagi Nadindra mandi. Ia sudah mandi dari jam 4 tadi-sebelum subuh.

Saat menemukan ketiga bridesmaid masih asik-asikan di kamar, Tante Raya-Mama Limar langsung memarahi ketiganya agar segera bersiap. Makeup dari pihak keluarga tidak terlalu penting karena mereka tidak memiliki kewajiban apa-apa, tapi ketiga manusia ini pengiring Limar dan malah asik santai-santai. Setelah Tante Raya pergi, ketiganya langsung bergegas menuju kamar makeup yang penuh sesak. Nirbana mendekati Ojey dan Limar yang sedang sibuk merias diri.

"Jey..."

"A-ayam-ayam-ayam!" Ojey yang dikagetkan memang sedikit latah, "kamu ngangetin aja cyiin, loh eh kok belum apa-apa, you three there." Tunjuknya pada Nirbana, Limar, dan Nadindra.

"Ya kan antri, Jey." Jawab Nirbana.

"No, cantik. Kalian harus udah dimake up, babe. Udah jam berapa ini? Kok bisa-bisanya sih baru nongol." Omel Ojey. "Dri, dri, sini..." Ojey memanggil timnyayang lain, "kamu make up 3 anak ini ya, nggak pake ditunda, right now! Mereka yang jadi bridesmaid soalnya."

Yang dipanggil 'Dri'-adalah laki-laki yang kelihatan tulen. Ia menyernyit memandang Nirbana sebelum mengiyakan perintah Ojey, "ok."

Nirbana menggaruk tengkuknya agak gatal, "okay, girls, kalian sama Andri ya, yuk cuz buruan, keburu ijapan ini nanti, duh." Omel Ojey lagi.

Better Together [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang