Happy reading ❤
***
Lokasi tempat Nirbana dan keluarganya menghabiskan waktu liburan ternyata tidak jauh dari letak villa keluarga mereka berada. Rigel langsung mengantarkan Auriga ke tempat itu setelah belanja beberapa keperluan sebelumnya. Rigel bisa melihat aura Auriga yang berubah menjadi lebih bahagia saat laki-laki itu turun dari mobil dan bertemu dengan Nirbana.
Meski tidak mengatakannya, Rigel yakin Auriga sudah tergila-gila pada wanita itu. Rigel tidak pernah menemukan sisi kakaknya yang seperti ini sebelumnya. Merelakan waktu istirahat untuk bertemu dengan pujaan hatinya.
“Auriga!” Nirbana tidak mempercayai apa yang ada di hadapannya. Auriga yang tersenyum ganteng sambil membawa dua kresek belanjaan di tangannya.
“I’m coming!”
“Ngapain kamu disini? Tau dari mana aku disini?” tanya Nirbana saat mendekatinya.
“Ikatan batin?” goda Auriga lagi.
Nirbana memutar bola matanya—kesal. “Katanya kamu harus extend beberapa hari lagi?”
“It was a lie. I wanted make a surprise for you, but you already gone,” ucap Auriga dengan enteng. “Kamu mau kemana?” tanya Auriga saat menyadari kalau Nirbana tadi hendak masuk mobilnya.
“to buy some groceries,” jawabnya. “Apa yang kamu bawa?”
“Your groceries,” ungkap Auriga lagi.
“Sorry, but, hei, Mas, aku cabut sekarang.” Rigel hanya bisa menyela percakapan mereka berdua karena mereka sama-sama mengabaikan semesta—seolah hanya mereka berdualah yang ada di dalamnya.
“Have you ever met him?” tanya Auriga pada Nirbana, “just so you know, my brother, Rigel.”
Rigel yang mendadak diperkenalkan diri langsung maju sambil mengulurkan tangan. Nirbana menjabat tangannya. “Nirbana.”
“Rigel,” balas Rigel dengan kikuk, “Mas Auriga cerita banyak tentang Mbak.” Rigel melepaskan jabatan tangannya—karena ia tau kalau lebih lama menyentuh Nirbana, Auriga pasti akan membantingnya suatu saat nanti saat mereka hanya berdua.
Nirbana mengerutkan keningnya, tapi ia tersenyum, “aku harap dia hanya bercerita yang baik tentang aku.”
“Yeah. Kamu nggak akan bisa membayangkan bagaimana dia menyanjungmu setiap saat,” aku Rigel.
Nirbana langsung memandang Auriga yang cengengesan didepan mereka, “I’m sorry. Pasti jauh dari ekspetasi yang ada. Dia memang berlebihan.”
Rigel tertawa, “indeed. Glad to know you two get along so well.”
Nirbana memandang Rigel dan Auriga bergantian.
“Sorry, I’d love to have another chat with you, but I should get going,” sesal Rigel.
“I’m sorry for bothering you.”
“Not that much, but he did.” Rigel menunjuk Auriga yang hanya membalas mereka dengan tatapan tanpa rasa bersalah.
Nirbana tertawa saat melihat kedua saudara itu saling menyalahkan satu sama lain.
“Aku berharap bisa bertemu dan mengobrol lebih lama lain kali,” kata Rigel lagi.
“Sudah sana pulang! Tadi pengen cepet-cepet, sekarang basa basi mulu!”
“Kamu bener-bener nyebelin lho Mas!”
Setelah berpamitan, Rigel meninggalkan keduanya disana.
Nirbana memandang kepergian Rigel, dan keberadaan Auriga yang tiba-tiba ada di sampingnya. Ada sebagian dari dirinya yang merasa, bahagia? Lega. Tapi sebagian lain merasa cemas karena sepertinya ia akan semakin nyaman dengan keberadaan Auriga disekitarnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Better Together [END]
Literatura FemininaNirbana Jenar Kalingga memutuskan pertunangannya satu bulan sebelum sahabatnya menikah. Alasannya karena mantan tunangannya, Dito Firnando, yang sudah gila! Mungkin dia yang gila karena sudi untuk betunangan dengan biang keladi perusak rumah tangga...
![Better Together [END]](https://img.wattpad.com/cover/260181648-64-k410748.jpg)