Happy reading!
Sorry for typos 🤪
***
Nirbana langsung berdiri dari tempat duduknya. Ia cukup tau tentang hal apa yang ada dipikiran Dito sekarang ini. Ia hanya tidak menyangka kalau Dito akan melakukannya—mempermalukannya secara terang-terangan di muka umum.
Ah, seharusnya Nirbana paham dengan kondisi ini karena bagaimanapun ini bukan pertama kalinya Dito memperlakukannya seperti ini. Meski begitu, yang Nirbana tidak habis pikir adalah, kali ini Dito memperlibatkan orang lain. Dan skenario terburuk yang terjadi, orang lain itu tidak lain adalah orang tua Auriga sendiri. Nirbana bisa gila.
“Maaf. Sepertinya ada kesalahpahaman disini. Dit, ayo kita pergi, ngomong di tempat lain.” Nirbana berusaha menguasai keadaan. Ia mencekal tangan Dito dan bersiap untuk menariknya.
“Aku tanya, siapa dia Nir? Apa hubungan kamu sama dia? Kenapa dia panggil kamu dengan sebutan macam itu?!”
Irene langsung menghujaninya dengan bermacam pertanyaan yang menyudutkan. Kalaupun ia tidak sedang bersama Leny, mungkin Nirbana bisa menjawab pertanyaan itu dengan lebih santai dan leluasa. Tapi sekarang ia di hadapan Leny.
“Kenapa kamu ragu buat bilang status kita? Kalau gitu biar aku yang bilang kalau kamu malu. Perkenalkan saya Dito, tunangannya Nirbana.” Dito mengenalkan dirinya tanpa rasa malu.
Irene melongo seketika, begitu juga dengan Leny yang tampak syok dengan ucapan Dito.
“Ah bukan tunangan ya, tepatnya mantan tunangan. Nirbana memutuskan pertunangan kami belum lama ini karena karir saya hancur. Dia benar-benar wanita yang pintar dalam memanfaatkan keadaan. Selain karir saya hancur, hubungan dengan keluarga saya sedikit rusak karena dia. Oh maaf saya jadi keterusan cerita.” Dito masih asik bercerita, tapi Nirbana sudah tidak tahan lagi melihat dan mendengar ucapannya.
“Ayo ikut aku Dit!”
“Tunggu. Aku sudah mengenalkan diri, mereka belum. Bukannya itu tidak sopan, kan, Bu guru?” Dito mengerling menatap Nirbana.
“Ah, aku benar-benar tidak menyangka ini semua akan terjadi. Tidak. Aku sudah mengira kalau ada sesuatu yang tidak beres dengan Nirbana,” kata Irene menyuarakan isi hatinya.
“Jadi apa hubungan kalian dengan Nirbana? Atau jangan-jangan, kalian ini... Keluarga calon Nirbana yang baru?” Dito menutup mulutnya. Ia memasang ekspresi tidak percaya yang bercampur gimmick terluka. “Apa kamu akan melakukannya lagi? Bertunangan, dan setelah menghancurkan karir pasanganmu kamu akan membatalkannya? Membuat keluarga mereka menanggung malu? Astaga Nirbana, kamu benar-benar wanita yang licik.”
“Stop. Jangan berbicara lagi. Saya tidak tau apa yang terjadi disini. Dan saya cukup mendengar omong kosong semacam ini.” Leny menghentikan obrolan. Ia langsung mengambil tasnya, kemudian bangkit dari kursinya.
“Saya tidak mau membuang waktu disini,” kata Leny dengan emosi. “Saya harap kamu segera menemui saya untuk menjelaskan apa yang terjadi, Nirbana. Saya akan menunggu.”
Setelah mengatakannya, Leny berlalu meninggalkan mereka. Irene langsung bergegas menyusul Leny, “tante tunggu, Irene temani.”
Sebelum benar-benar pergi, Irene manatap kearah Nirbana dengan pandangan mencaci, “you know, this time make me relized, that you should know your own place. You don’t match him. Better you go away from him.”
Irene menyusul Leny yang sudah keluar dari restorah hotel. Kaki Nirbana melemas. Ia langsung jatuh terduduk. Semua tenaganya menghilang entah kemana. Ia tidak lagi mencekal tangan Dito. Ia tidak bertenaga hanya untuk menatap kebencian pada Dito.
KAMU SEDANG MEMBACA
Better Together [END]
ChickLitNirbana Jenar Kalingga memutuskan pertunangannya satu bulan sebelum sahabatnya menikah. Alasannya karena mantan tunangannya, Dito Firnando, yang sudah gila! Mungkin dia yang gila karena sudi untuk betunangan dengan biang keladi perusak rumah tangga...
![Better Together [END]](https://img.wattpad.com/cover/260181648-64-k410748.jpg)