Chapter 12

4.5K 357 131
                                        

Suara kicauan burung mengusik tidur nyenyaknya, dahinya berkerut saat merasa tidak nyaman dengan sinar matahari yang masuk melalui celah jendela.

Delia membuka kelopak matanya dengan pelan, ia menerjapkan bulu matanya untuk menyesuaikan cahaya yang masuk ke kornea matanya.

"Ssshhh." Ia mendesis pelan saat merasakan perih pada punggungnya.

Namun Delia tidak merasakan apapun melekat di sana, ia juga tidak telanjang melainkan memakai gaun tidur.

Itu berarti Hars sudah membersihkan dan mengobati lukanya, pria itu juga yang membalutkan gaun tidur meski tanpa pakaian dalam.

Entahlah, Delia bingung harus memaki atau berterima kasih.

Perhatiannya kembali teralihkan saat mendengar suara deburan ombak, apa ia berada di kapal? Namun Delia merasa kamar ini terlalu luas jika memang ia berada di atas kapal.

Kaki telanjangnya menyentuh lantai marmer, dengan pelan Delia membawa tubuhnya untuk melihat suasana di luar melalui jendela.

Mata cantik melebar saat melihat air laut menyapa langsung teras di depan kamar itu, ini semacam rumah di tengah laut.

"Sedang apa?"

Tubuh Delia berjingkat kaget saat mendengar suara itu, ia membalikan badan hingga Hars memenuhi pandangannya.

"Kita ada dimana?"

Hars berjalan menghampiri istrinya, ia menarik wanita itu untuk duduk di pangkuannya. "Di mansion kita." Jawabnya setelah mengecup singkat bibir Delia.

"Di tengah laut?" Tanya Delia tidak percaya.

Hars terkekeh pelan, "Mansion kita delapan puluh persen berada di daratan dan dua puluh persen di lautan. Kamar kita berada di dua puluh persen."

Delia membalikan badanya untuk melihat pemandangan lautan yang terlihat begitu indah, ia membiarkan Hars memeluknya dari belakang.

"Punggungmu masih sakit?" Tanya Hars mengamati punggung Delia yang terbuka.

"Sedikit."

Hars mengarahkan rambut panjang istrinya kedepan, ia menjulurkan lidahnya untuk menjilat punggung Delia yang tidak tertutupi gaun tidur.

"Ssshhh perih Hars." Delia mencengkram tangan Hars yang melingkar indah di perutnya.

Setelah menjilat semua bagian punggung Delia, Hars berganti untuk mengecup lama tengkuk wanita itu. "Ayo kita sarapan."

Delia yang merasa lapar beranjak berdiri dari pangkuan Hars, ia menatap suaminya yang berjalan mendekat dengan membawa jubah tidurnya.

Setelah menutup rapat tubuhnya, Delia mengikuti langkah suaminya. Ia tersenyum cantik saat melihat desain dari mansion yang Hars bangun untuknya.

Semua itu benar-benar tipe Delia, ia semakin terkejut saat menginjakkan kaki di lantai satu. Lantainya bukan terbuat dari marmer, melainkan dari kaca tembus pandang hingga memperlihatkan keindahan air yang dipenuhi ikan-ikan di bawahnya.

"Harsss...." Matanya berbinar melihat ikan yang berlari kesana-kemari.

"Archie bilang kau suka laut, jadi aku meminta Odette mendesain mansion di atas air."

Saat masuk ke ruang makan, lagi-lagi Delia tersenyum lebar. Ruangan itu terlihat begitu elegant dan mewah sangat cocok dengannya.

Para maid mulai menghidangkan makanan untuk tuan dan nyonyanya, setelah tugasnya selesai mereka langsung pamit dan meninggalkan majikannya.

MR OTORITER 1: His PastCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang