Seorang pria keluar dari kamar mandi. Matanya langsung menghangat saat melihat wanita yang masih tertidur pulas dengan memeluk selimutnya.
"Euuh...."
Lenguhan itu membuat langkahnya berhenti, mata elangnya langsung bertatapan dengan mata cantik istrinya.
"Hars..."
Pria itu berjalan mendekat dan mendudukan tubuhnya di tepi ranjang. "Ada apa?" Tanyanya dengan pelan.
Delia melirik pada ponsel miliknya, "Ambilkan ponselku." Gumamnya setengah mengantuk.
Terdengar decakan pelan dari pria itu, "Jika masih mengantuk tidur saja." Ujarnya seraya membenarkan letak selimut untuk menghangatkan tubuh telanjang istrinya.
Setelah pertengkaran mereka kemarin malam, lagi-lagi mereka berakhir di ranjang. Hanya itu yang mampu meredakan amarah dari Delia, dan lihat mereka sekarang sudah baik-baik saja.
"Ambilkan~~" Rengek wanita cantik itu.
Hars mengulurkan tangannya untuk mengambil benda pipih yang tergeletak di ujung nakas dan memberikannya pada sang istri.
"Terima kasih."
Pria itu tidak menjawabnya dan memilih beranjak menuju walk-in closet.
Delia sebenarnya masih mengantuk. Namun deringan yang tidak biasa pada ponsel, memaksa matanya untuk terbuka.
Ibu hamil itu beranjak duduk dengan pelan, ia merapatkan selimutnya dan mulai membuka ponselnya.
Senyuman langsung terbit di bibir cherrynya, "Oh astaga pasti menyenangkan sekali." Kekehnya.
Delia fokus mengetikan sesuatu hingga tak sadar Hars sedang mengamatinya dari cermin meja rias. Ia meletakkan ponselnya di atas nakas saat mengetahui Hars berjalan mendekat.
"Maaf tidak membantumu bersiap." Ujar Delia seraya merapikan dasi suaminya.
"Tidak apa-apa." Jawab Hars mengamati wajah cantik wanita di depannya itu.
Delia menepuk-nepuk dada Hars saat selesai merapikan penampilan pria itu, "Aku akan makan siang dengan teman-temanku." Ujarnya.
"Perlu aku jemput?"
Hanya gelengan kepala yang Delia berikan.
Hars menarik napas dalam, tangannya bergerak untuk merapikan rambut brunette yang sedikit berantakan itu. "Aku akan mencari sekertaris laki-laki setelah ini, jadi saat kau melahirkan aku sudah mendapatkannya."
Delia langsung tersenyum mendengarnya, "Aku hanya tidak ingin kita terus bertengkar."
Hars mengangguk singkat, "Jangan pikirkan apapun, aku tidak ingin terjadi sesuatu padamu dan baby." Ia mengusap lembut perut buncit istrinya.
"Asa sudah menyiapkan sarapanmu. Aku ada rapat dengan daddy dan Harvey." Ujar Hars sebelum menurunkan wajahnya untuk mencium perut Delia.
Seakan tahu sedang disayang oleh sang ayah, bayi yang masih bersembunyi di perut Delia itu menendang-nendang. "Kau merasakannya, Hars?" Tanya Delia sembari tersenyum lebar.
"Hmmm." Gumam Hars yang masih asik berbicara dengan anaknya.
Setelah puas mencium dan mengajak anaknya berbicara, Hars mengangkat wajahnya untuk melihat sang istri. Ia memajukan kepalanya dan memanggut bibir manis Delia.
Hars menghisap rakus bibir atas dan bawah Delia secara bergantian. Tangannya bergerak tidak sopan di dada istrinya. Pria itu melepaskan tautan bibir mereka dan berganti menyesap puting Delia, tak lupa ia meninggalkan bekas kissmark di sebelahnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
MR OTORITER 1: His Past
RomanceB The Series- Benedict 2 Harsha Benedict & Ardelia Dominique Ardelia Dominique adalah seorang fashion designer cantik yang tumbuh di keluarga bangsawan kaya raya. Setelah ditinggal oleh sang kekasih, Delia terpaksa harus menikah dengan mantan tunan...
