Chapter, 16

4.5K 348 123
                                        

Hars melepaskan kaca mata minusnya, ia mengucek pelan matanya sebelum melirik jam dinding. Pria tampan itu menghela napas pelan, seharian ini ia menghabiskan waktu untuk memeriksa laporan kerjanya.

Hars bahkan tidak sempat untuk makan siang dan malam, ia juga belum bertemu dengan istrinya sejak pertengkaran mereka tadi pagi.

Setelah menutup laptop dan merapikan meja kerjanya Hars memilih keluar dari sana, mansion terlihat gelap dan hanya diterangi lampu temaram di beberapa sudut.

Saat memasuki kamarnya, alis tebal Hars berkerut heran. Dalam kegelapan ia bisa melihat Delia sedang berdiri menatap ke arah lautan melalui jendela kamar.

Hars berjalan mendekat dan memeluk tubuh istrinya dari belakang, "Sudah jam sepuluh malam, kenapa belum tidur?"

"Aku menunggumu."

Ia bisa merasakan nada bicara wanita itu begitu dingin padanya, "Ada apa?" Tanyanya.

Delia melepaskan pelukan Hars dan berbalik untuk melihat wajah tampan suaminya, ia melepaskan jubah tidurnya hingga menyisakan lingerie yang membalut tubuhnya.

"Ayo melakukannya." Ujar Delia sembari melepaskan tali jubah tidur Hars.

"Ada apa denganmu?" Hars menangkap kedua tangan istrinya.

"Bukankah ini yang mau mu? Ayo kita melakukannya agar aku cepat hamil dan aku bisa keluar dari penjaramu ini." Delia berusaha melepaskan tangannya dari genggam suaminya.

Hars menatap wanita di depannya dengan pandangan yang sulit diartikan, "Ayo tidur." Ia hendak menuju ranjang namun Delia menahannya.

Tangannya mencengkram jubah tidur milik suaminya, "Aku tidak mau tidur sebelum melakukannya." Ujar wanita itu dengan sungguh-sungguh.

"Jangan menguji kesabaranku, De." Hars menatap datar Delia.

"Kau pikir hanya kesabaranmu yang bisa habis? Aku juga mempunyainya Hars! Semakin cepat aku hamil semakin baik juga bukan?"

"Kau tidak sehat, sebaiknya kita istirahat." Hars menarik tangan Delia namun wanita cantik itu malah menepis dengan kasar tangannya.

"Jangan kekanak-kanakan De!" Rahang Hars mengeras, ia merasa begitu lelah seharian bekerja.

Ia ingin bermanja dan mengistirahatkan tubuhnya bersama sang istri, bukan malah bertengkar seperti ini.

"Kenapa? Kau mau melenyapkan aku seperti kau melenyapkan Angelina?" Mata Delia memerah.

Tanpa sadar Hars mencengkram dengan erat lengan istrinya, "Kau tidak tahu apapun tentang hubunganku dengannya, kau bahkan tidak tahu alasanku melakukan hal itu. Jadi diamlah De." Desisnya dengan tajam.

"Apa karena Angelina tidak kunjung hamil selama empat tahun pernikahan kalian? Hal it-"

"DIAM!" Hars membentak Delia hingga membuat tubuh wanita itu tersentak terkejut.

"Jika kau berbicara tentangnya lagi, aku akan-"

"Akan apa? Menghukumku lagi dengan hal gila itu? Iya? Lakukan Hars lakukan!"

Bagai api yang disulut gas, Hars langsung menyeret tubuh Delia menuju ranjang. "Kau ingin sex? Ayo kita lakukan!"

Dengan tidak sabaran Hars merobek lingerie Delia setelah itu mendorong tubuh mungil istrinya hingga terjatuh ke ranjang.

Sepasang suami istri itu saling melemparkan tatapan tajam satu sama lain, tidak ada gairah dikeduanya hanya ada emosi yang kian membara.

"Argghhhhh." Delia berteriak kesakitan saat Hars memasukinya tanpa membasahinya terlebih dulu.

MR OTORITER 1: His PastCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang