Chapter 42

3.8K 305 49
                                        

Sinar cahaya matahari mulai redup, menandakan senja akan segera tiba. Suara kaki kuda yang menginjak dedaunan kering terdengar bersautan memenuhi hutan lindung itu.

Sepasang suami istri terlihat tengah menikmati pemandangan indah di sore hari

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Sepasang suami istri terlihat tengah menikmati pemandangan indah di sore hari. Seharian ini mereka menghabiskan waktu dengan berkuda, hingga tak terasa kegelapan hendak menyapanya.

"Sejak kapan kau menyiapkan semua ini?"

Senyuman terbit di bibir pria itu, "Sejak satu bulan lalu." Balasnya tanpa memudarkan senyumannya.

Delia tersenyum cantik, ia merasa sangat bahagia berada di tengah hutan seperti ini. Menunggang kuda, memanjat pohon, mendayung perahu, ia sangat menyukai semua itu.

"Kau suka?"

Tanpa ragu Delia mengangguk, "Sangat, terima kasih."

"Masih ada kejutan." Ucap Hars dengan senyuman yang aneh.

"Apa?"

Sebelum matahari benar-benar tenggelam, Hars dan Delia sampai di vila mereka

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Sebelum matahari benar-benar tenggelam, Hars dan Delia sampai di vila mereka. Hal pertama yang Delia lakukan adalah mencari keberadaan putra kesayangannya.

"Apa Vin rewel?" Seharian ini mereka meninggalkan bayi tampan itu bersama beberapa nanny-nya. Delia khawatir Vincent akan terus mencarinya dan Hars.

"Tidak, madam."

"Stok susu sudah habis?" Tanya Hars.

"Tinggal dua botol, sir." Jawab salah satu nanny dengan sopan. Hars memberi isyarat agar mereka segera keluar dari sana.

Setelah nanny Vin keluar Hars menoleh pada sang istri. "De..." Panggilnya.

Delia menoleh, "Ada apa?"

"Pompa asi lagi." Ucap Hars sembari berjalan menuju walk-in closet.

Alis cantik Delia berkerut binggung, "Untuk apa? Aku bisa menyusuinya secara langsung."

Hars keluar dari walk-in closet dengan bertelanjang dada, "Lakukan saja, aku mandi dulu." Setelah mengatakannya, pria itu berjalan menuju kamar mandi.

"Apa lagi yang akan daddymu lakukan."

MR OTORITER 1: His PastCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang