Chapter 41

4.3K 314 118
                                        

"Kita sebenarnya mau ke mana?" Tanya Delia menatap suami dan putranya melalui cermin meja rias.

"Ke suatu tempat." Gumam Hars yang sibuk menciumi pipi bulat Vincent.

Delia berdecak pelan, ia beranjak berdiri dan menyiapkan keperluan Vincent. Setelah semua selesai, Delia menyandarkan lengan kanannya pada dinding.

Mata cantiknya sibuk mengamati Hars dan Vincent, satu bulan berlalu sejak kejadian pengeroyokan suaminya terjadi. Keadaan pria itu sudah pulih, lagi pula untuk balas dendam itu urusan Black Swan, Hars juga terlihat biasa saja dengan kejadian itu.

"Ayo pergi." Hars mengangkat tubuh putranya.

Delia mengangguk dan segera mengikuti langkah sang suami. Mereka berjalan bersama menuju halaman mansion, di sana terparkir mobil Bugatti milik Hars yang sudah siap membawa mereka pergi.

Vincent tampak begitu bahagia, ia terus tepuk tangan dengan senyuman lebar di bibirnya sambil meloncat-loncat dari pangkuan ibunya.

"Vin sangat bersemangat." Kekeh Delia. Hars tertawa pelan, ia mencium gemas sang putra sebelum menginjak pedal gasnya.

Delia memberikan satu buah roti bayi pada putranya. Scarlett dan Yola sudah mengizinkan ia memberi roti bayi untuk Vincent, hal itu dikarenakan perkembangan bayi gembul itu begitu baik dan sangat sehat.

"Kau mau?" Delia menyodorkan roti milik Vincent pada sang suami.

Hars menoleh, lalu menaikkan sebelah alisnya. "Kau pikir aku bayi?" Dengusnya.

Delia memutar bola matanya, "Kau saja suka pada susu bayi, kenapa tidak mau dengan roti bayi?"

Kalimat itu langsung membuat Hars menatap mesum istrinya, "Itu karena susu milikmu, jika roti... Aku lebih suka rotimu."

Delia langsung memukuli suaminya dengan boneka jerapah milik Vincent, "Mesummu tidak hilang-hilang, meski baru saja pulih." Cebiknya.

Hars tertawa mendengarnya, "Hei aku sudah tidak mendapatkan jatah hampir enam bulan ini, apa kau tidak berniat memberikannya?"

"Tidak!" Delia langsung mengalihkan wajahnya ke arah jendela mobil, ia merasa pipinya merona karena ucapan Hars.

"Kau seperti anak ABG yang sedang jatuh cinta." Kekeh Hars.

"Umurku baru dua puluh enam, tidak seperti kau yang hampir empat puluh tahun." Ujar Delia tanpa mau memandang pria di sampingnya itu.

"Hei usiaku tiga puluh enam! Masih jauh dari empat puluh." Decak Hars seakan tidak terima dengan ucapan istrinya.

"Itu sudah tua!"

Hars mendelik mendengarnya, "Setidaknya tenagaku masih begitu unggul dibandingkan denganmu, baru tiga jam saja kau sudah merengek lelah."

"Kau...." Delia menatap kesal suaminya.

"Apa? Itu tidak salah. Pantas saja Vin sangat mirip denganku, karena aku yang paling bersemangat saat membuatnya." Hars menatap Delia dengan tatapan mengejek, "Kau hanya terlentang atau menungging lemas sambil mendesah nikmat." Lanjutnya dengan tidak sopan.

"Diamlah Hars!"

"Hahaha pipimu sangat merah."

"Diam!"

"Hahaha."

Perjalanan yang panjang itu diisi dengan ejekan Hars yang sangat menjengkelkan bagi Delia. Ia tak henti-hentinya memekik kesal karena pembicaraan mesum yang suaminya itu lontarkan.

 Ia tak henti-hentinya memekik kesal karena pembicaraan mesum yang suaminya itu lontarkan

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
MR OTORITER 1: His PastCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang