Chapter 34

4.2K 351 180
                                        

Hars menyentak dengan kasar hingga pelukan wanita itu terlepas. Mata elangnya menatap sang istri yang terlihat begitu kesal dengan hal yang baru saja terjadi.

"Kenapa? Kita sering minum bersama, apa kau-"

"Aku bukan Harvey." Potong pria itu dengan cepat, ia tidak ingin ada kesalahpahaman apapun.

"Oh my god, i'am so sorry." Pekik wanita sexy itu dengan terkejut, ia berganti menatap pria yang sedang menggendong bayi mungil.

"Aku pikir Harvey itu kau, karena dia sedang menggendong bayi. Sorry Hars, sorry De."

Delia hanya diam saja tanpa mau membalas ucapan wanita itu. Sedangkan Hars sudah menatap kesal wanita itu.

"Harv-"

"Jangan mendekat!" Sofia berdiri di depan tunangannya, "Tidak tahu malu! Kau pasti tahu Harvey sudah mempunyai tunangan, tapi kau masih mengharapkannya?" Ujar Sofia menatap tajam wanita di depannya.

Delia berdiri dari kursi dan berjalan menghampiri Harvey, ia mengambil putranya dan memilih pergi dari sana. Hars yang melihatnya mengumpat kesal, ia beranjak untuk menyusul Delia sambil melepaskan jasnya.

"Kau hanya tunangannya, aku adalah teman curhatnya. Dia selalu datang padaku untuk berbagi keluh kesahnya!"

Wanita sexy itu dan Sofia terus berdebat. Sedangkan pria yang menjadi rebutan hanya berdecak kesal. Harvey memilih menatap sang kekasih yang sibuk mengamati kedua wanita yang sedang cekcok itu.

"Jika aku jadi kau, akan aku beri pelajaran mereka berdua." Bisik Jeff pada wanita di sampingnya.

Yola tersenyum cantik, "Sorry leadies, jangan merusak pernikahan Dakota dan Darrell. Lebih baik kalian selesai dengan baik-baik, bukankah begitu SIR HARVEY?!" Yola menekan akhir kalimatnya dengan senyuman mengerikan.

Harvey mengumpat kesal, "Mati saja kau, Harv."

*****

Delia mempercepat langkahnya saat Vincent mulai merengek kelaparan. Ntahlah, meski hanya salah paham, ia merasa sangat kesal saat suaminya dipeluk wanita lain. Rasanya Delia ingin mencekik wanita itu.

Saat sudah sampai di kamar, wanita itu memilih untuk membersihkan tubuh Vincent dan tubuhnya sendiri. Ia tidak ingin ada bakteri yang menempel, terlebih putranya mungkin sudah bersentuhan dengan banyak orang tadi.

Hars memilih melepaskan semua pakaian ditubuhnya. Delia pasti tidak suka jika ada aroma wanita lain ditubuhnya. Dengan santainya, Hars berjalan menuju kamar mandi dengan telanjang.

Dan benar saja, hal itu membuat Delia terkejut. Apa-apaan pria ini, pikirnya.

Hars berjalan menuju shower dan menyalahkannya hingga butiran air terjun untuk membasahi tubuhnya.

Setelah selesai membersihkan diri dengan tisu basah, Delia segera menggendong tubuh Vincent untuk kembali ke kamar. Delia duduk bersandar pada kepala ranjang, ia menurunkan gaun tidurnya dan mulai menyusui sang putra.

Tak beberapa lama, Hars keluar dari kamar mandi lengkap dengan jubah tidurnya. Pria itu berjalan mendekati ranjang sembari mengeringkan rambutnya yang basah.

Hars duduk dan mengamati wajah cantik istrinya, aura keibuan begitu terpancar dari wajah Delia. Setelah merasa rambutnya kering, Hars merebahkan tubuhnya dengan kepala yang berada di paha Delia.

"Menyingkirlah!"

Seakan tuli, Hars mengacuhkan desisan Delia. Ia memilih menciumi punggung putranya dengan begitu gemas.

Delia berdecak pelan, "Jangan menganggunya, biarkan dia tidur." Dengusnya dengan kesal.

Hars terkekeh pelan, ia menjauhkan wajahnya dari tubuh mungil Vincent. "Kau semakin galak saja."

MR OTORITER 1: His PastCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang